Breaking News:

HUMAN INTEREST

Nikmati Tahun Baru Dari Balik Jeruji, Begini Curahan Hati Reza, Tahanan Curanmor di Batam

Dinginnya jeruji besi harus dinikmati Reza pada momen Tahun Baru 2020. Dia menjadi tahanan kasus curanmor di Polsek Batuaji, Batam

Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.ID/BERES LUMBANTOBING
Reza menggunakan baju tahanan di Polsek Batuaji, Jumat (3/1/2020) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Memulai Tahun Baru 2020 menjadi hal terburuk bagi seorang Reza (46), pria asal Berastagi, Sumatra Utara.

Dinginnya jeruji besi harus dinikmatinya pada momen Tahun Baru 2020.

Pasalnya, Reza kini mendekam di balik jeruji sel tahanan Polsek Batu Aji, Batam, Kepri.




Ia terlibat kasus pencurian motor di Batam.

Dengan menggunakan baju tahanan, Reza terlihat kusut dan tak berdaya.

Wajahnya lebam berwarna biru, bengkak, dan matanya tampak merah.

Mei 2020, Pembangunan Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah Batam Bakal Dilanjutkan

Ikan di Perairan Natuna Masih Dicolong Nelayan Asing, Isdianto Minta Keamanan Laut di Perketat

"Tolonglah saya bang, saya ini hanya sebatang kara di Batam ini. Nggak ada ada tempat pengaduan saya," ucapnya.

Kepada Tribun, Reza menceritakan awal mula ia masuk ke hotel prodeo itu.

"Saya sudah sangat terpaksa melakukan itu, (maling motor). Karena sudah tak lagi makan dan kos harus di bayar. Sementara biaya kebutuhan anak harus saya pikirkan, makanya terpaksa melakukan perbuatan itu," ujar Reza kepada Tribun, Jumat (3/1/2020).

Reza mengaku sudah 3 tahun tinggal di Batam. Namun 3 bulan terakhir, ia bersama ratusan karyawan lainnya kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh salah satu perusahaan di Batam. Akibatnya, Rezapun kehilangan pekerjaan.

Dengan nada terbata-bata sembari meneteskan air mata, Reza mengaku rindu kepada anak dan istrinya.

Harga Emas Antam Naik Rp 4.000 Jumat (3/1) Ini, Sempat Stabil 4 Hari

Perbaikan Lampu Runway Bandara Selesai, Penerbangan di Bandara Hang Nadim Batam Kembali Normal

"Tahun baru harus seperti ini, tak ada yang melihat dan tak ada yang menghubungi. Semuanya bagaikan membisu. Tidak ada lagi tempat pengaduan," ungkap Reza menyesali perbuatannya.

Bapak dari 5 orang anak ini mengaku tahun barunya hanya meratapi dinding sel.

Hal itu berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pada momen tahun baru itu, biasanya Reza berkumpul bersama keluarganya.

Namun semua kini hanyalah harapan belaka.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved