100 Hari Kepala BP Batam Muhammad Rudi, Jabarkan Persoalan Lahan
Kepala BP Batam Muhammad Rudi menjabarkan 100 hari kepemimpinannya di BP Batam. Lahan masih menjadi masalah
TRIBUNBATAM.id - Kepala BP Batam Muhammad Rudi menjabarkan 100 hari kepemimpinannya di BP Batam.
Dalam jumpa pers 100 hari kerja pada Senin (6/1/2019), Kepala BP Batam Muhammad Rudi mengatakan permasalahan lahan terlalu banyak persyaratan.
Rudi menyampaikan permasalahan yang sering muncul apabila pengusaha yang mengajukan permohonan lahan atau perpanjangan lahan sering mengalami kesulitan.
Rudi mengemukakan kedepannya pihaknya akan mempermudah dan melakukan pengawasan ketat terhadap pengajuan lahan baru dan perpanjangan lahan akan diawasi ketat penggunaan kedepannya.
"Nanti kita akan permudah misal memiliki sertifikat cukup dilampirkan dengan KTP langsung bayar sajalah, tetapi jika melakukan pemindahan nama maka akan kita awasi ketat hal itu prosedur, tetapi jika hanya perpanjang kita permudah," ujar Rudi.
Menurut Rudi, kejadian penyalahgunaan lahan itu dikarenakan kurangnya pengawasan yang ketat sehingga ia pun belum bisa mengambil sikap tegas terkait permasalahan lahan.
"Karena sudah banyak kejadian, karena tidak diawasi, tanah BP Batam juga dijual, padahal sudah masuk aset BP, jadi apa tindakan saya kan jadi serba salah," ujar Rudi.
Rudi mengatakan apa yang dijelaskan diatas itu secara jujur dan gamblang.
Ia juga mengatakan untuk penguasaan lahan sat ini masih dikuasai oleh beberapa pihak.
Sehingga menyulitkan pengusaha yang baru melakukan investasi di kota Batam.
"Sehingga orang yang benar-benar melakukan usaha atau pengusaha asing, dia harus menjumpai oknum yang menguasai lahan untuk mendapatkan lahan," ujarnya.
Kepala BP Batam itu juga mengatakan penguasaan lahan oleh sebagian oknum menyulitkan masuknya investasi di kota Batam.
"Investasi seperti apa yang masuk dalam 100 hari ini, karena mencari orang seperti itu pasti akan sulit tetapi kalo orang mencari BP Batam kan mudah dunia sudah tahu dimana kantornya dan yang mendapat amanah mengurusi investasi oleh presiden adalah BP Batam," ujar Muhammad Rudi.
Rudi sempat melempar candaan terkait ketersediaan lahan di kota Batam untuk investasi.
"Dan yang paling disayangkan ketika pengusaha datang dan akan berinvestasi di Batam dan ternyata alhamdulillah lahannya sudah habis, dan apakah ini mau kita biarin?, Kan tidak," ujar Rudi.
Rudi berjanji akan membenahi kesemrawutan permasalahan lahan.
"Makanya ini yang akan kita luruskan. Saya dikasih kesempatan untuk mencari investor kemana mana terus mereka datang jika tidak ada lahan terus mau cari ke mereka yang menguasai lahan, kan tidak mungkin," ujarnya.
Terakhir dalam penjelasannya permasalahan lahan Rudi menyampaikan permohonan maaf kepada para pengusahaan karena dirinya akan berusaha mengembalikan Batam pada porsinya.
"Saya mohon maaf kepada para pengusaha jangan ada yang tersinggung, karena kita ingin mengembalikan Batam pada porsinya," tutup Rudi menjelaskan permasalahan lahan Dikota Batam.(Bob)