Kamis, 9 April 2026

Amerika Serikat dan Iran Diambang Perang, PM Malaysia Serukan Negara Muslim Bersatu

Negara-negara muslim harus bersatu untuk melindungi diri dari ancaman luar', sebuah pernyataan Perdana Menteri Malaysia, Tun Dr Mahathir Mohamad

kompas.com
Mahathir Mohammad/ Amerika Serikat dan Iran Diambang Perang, PM Malaysia Serukan Negara Muslim Bersatu 

Amerika Serikat dan Iran Diambang Perang, PM Malaysia Serukan Negara Muslim Bersatu
TRIBUNBATAM.id - PM Malaysia, Tun Dr Mahathir Mohamad menyerukan negara muslim di Dunia untuk bersatu menyikapi memanasnya hubungan Amerika dengan Iran.
Bahkan hubungan Amerika Serikat dengan Iran sudah diambang perang.
'Negara-negara muslim harus bersatu untuk melindungi diri dari ancaman luar', sebuah pernyataan Perdana Menteri Malaysia, Tun Dr Mahathir Mohamad mencuat ke publik, Selasa (7/1/2020) waktu setempat.

Pernyataan PM Malaysia Mahathir Mohamad ini keluar sebagai respon atas pembunuhan Jenderal Militer Iran, Qassem Soleimani oleh pasukan Amerika Serikat (AS).

Mahathir Mohamad menyebut bahwa pembunuhan terhadap pimpinan militer Iran, Qasem Soleimani merupakan perbuatan amoral.

Mahathir juga menyebut langkah AS melanggar hukum negara juga melanggar hukum internasional.

Menilik Kekuatan Militer Amerika vs Iran Jika Terjadi Perang, Siapa Unggul?

Cuitan Twitter Donald Trump: Iran Tak Bakal Punya Senjata Nuklir, Sinyal Amerika Serang Iran?

"Tindakan ini mirip dengan pembunuhan Jamal Khashoggi yang di luar batas."

"Ini juga merupakan tindakan lain di mana satu negara memutuskan sendiri untuk membunuh para pemimpin negara lain."

"Keduanya bersalah atas tindakan tidak bermoral, ini melawan hukum" kata Mahathir dalam The Star, (7/1/2020).

Komandan Pasukan Quds Iran, <a href='https://batam.tribunnews.com/tag/qasem-soleimani' title='Qasem Soleimani'>Qasem Soleimani</a>.(israelhayom.com) Komandan Pasukan Quds Iran, Qasem Soleimani.(israelhayom.com) (israelhayom.com)

Perdana menteri tertua di dunia ini sempat memicu ketegangan diplomatik dalam beberapa bulan terakhir.

Hal itu disebabkan lantaran Mahathir Mohamad berbicara perihal isu-isu mengenai dunia Muslim baik Uighur maupun Rohingya.

Kali ini, Mahathir merespon serangan pesawat tak berawak atau drone milik Amerika Serikat (AS) kepada Qasem Soleimani.

Mahathir menyebut bahwa tindakan AS melanggar hukum internasional.

Saat ditanya apakah ia akan terus menyuarakan pandangannya di panggung dunia, Mahathir mengatakan dirinya akan terus melanjutkan untuk "menunjukkan kebenaran."
 

Mahathir Mohamad: 'Negara Muslim Harus Bersatu'

Pernyataan Mahathir menekankan bahwa negara-negara Muslim di dunia harus bersatu.

Menurutnya hal itu diperlukan untuk melindungi diri dari ancaman eksternal.

Mahathir menyebut pembunuhan yang dilakukan di Baghdad, Irak ini dapat menyebabkan eskalasi besar dan konfrontatif.

Sumber: TribunnewsWiki
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved