Amerika Serikat dan Iran Diambang Perang, PM Malaysia Serukan Negara Muslim Bersatu

Negara-negara muslim harus bersatu untuk melindungi diri dari ancaman luar', sebuah pernyataan Perdana Menteri Malaysia, Tun Dr Mahathir Mohamad

Amerika Serikat dan Iran Diambang Perang, PM Malaysia Serukan Negara Muslim Bersatu
kompas.com
Mahathir Mohammad/ Amerika Serikat dan Iran Diambang Perang, PM Malaysia Serukan Negara Muslim Bersatu 

Pernyataan PM Malaysia Mahathir Mohamad ini keluar sebagai respon atas pembunuhan Jenderal Militer Iran, Qassem Soleimani oleh pasukan Amerika Serikat (AS).

Mahathir Mohamad menyebut bahwa pembunuhan terhadap pimpinan militer Iran, Qasem Soleimani merupakan perbuatan amoral.

Mahathir juga menyebut langkah AS melanggar hukum negara juga melanggar hukum internasional.

Menilik Kekuatan Militer Amerika vs Iran Jika Terjadi Perang, Siapa Unggul?

Cuitan Twitter Donald Trump: Iran Tak Bakal Punya Senjata Nuklir, Sinyal Amerika Serang Iran?

"Tindakan ini mirip dengan pembunuhan Jamal Khashoggi yang di luar batas."

"Ini juga merupakan tindakan lain di mana satu negara memutuskan sendiri untuk membunuh para pemimpin negara lain."

"Keduanya bersalah atas tindakan tidak bermoral, ini melawan hukum" kata Mahathir dalam The Star, (7/1/2020).

Komandan Pasukan Quds Iran, <a href='https://batam.tribunnews.com/tag/qasem-soleimani' title='Qasem Soleimani'>Qasem Soleimani</a>.(israelhayom.com) Komandan Pasukan Quds Iran, Qasem Soleimani.(israelhayom.com) (israelhayom.com)

Perdana menteri tertua di dunia ini sempat memicu ketegangan diplomatik dalam beberapa bulan terakhir.

Hal itu disebabkan lantaran Mahathir Mohamad berbicara perihal isu-isu mengenai dunia Muslim baik Uighur maupun Rohingya.

Kali ini, Mahathir merespon serangan pesawat tak berawak atau drone milik Amerika Serikat (AS) kepada Qasem Soleimani.

Halaman
1234
Editor: Danang Setiawan
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved