HEADLINE TRIBUN BATAM
Ini Baru Tamparan! Irak Tembakkan Puluhan Rudal ke Pangkalan AS
Iran mulai menembakkan puluhan rudal pada Rabu (8/1/2020) dini hari ke dua pangkalan militer AS di Irak dan menyebut itu baru tamparan.
Perdana Menteri Irak mengatakan bahwa tidak ada pasukannya yang terkena serangan itu karena Iran sudah memberi peringatan sebelum serangan.
Sekutu AS, Inggris, Australia, Prancis, Polandia, Denmark dan Finlandia telah mengkonfirmasi bahwa tidak ada satu pun pasukan mereka di Irak yang terluka dalam serangan itu. Namun negara-negara itu menyerukan diakhirinya permusuhan dan kembali ke perundingan.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen bersumpah bahwa UE tidak akan 'berusaha' menyelamatkan kesepakatan nuklir yang ditandatangani Iran dengan Presiden Obama dan dihancurkan oleh Trump, yang memicu ketegangan saat ini.
China dan Rusia --keduanya sekutu penting Iran– juga memperingatkan bahwa konflik dengan mudah dapat mengarah pada perang nuklir.
Pemerintah Suriah, sekutu penting lain Iran, telah menyatakan solidaritas penuh dengan Iran.
Roket yang digunakan dalam serangan itu, menurut TV Iran, adalah rudal balistik Fatteh-110, yang memiliki jangkauan 186 mil atau 300 km.
Angkatan udara Iran juga mengerahkan beberapa jet tempur untuk berpatroli di wilayah udara itu.
Ketua DPR AS Nancy Pelosi melalui Twitter mengatakan bahwa AS, serta seluruh dunia, 'tidak mampu perang'.
“Kita harus memastikan keselamatan anggota tentara kita, termasuk mengakhiri provokasi yang tidak perlu dari Administrasi (Gedung Putih) dan menuntut agar Iran menghentikan kekerasan. Amerika dan dunia tidak mampu berperang,” katanya.
Pangkalan udara Ain al-Asad pertama kali digunakan oleh pasukan Amerika setelah invasi menggulingkan Saddam Hussein tahun 2003 dan sekitar 1.500 pasukan AS dan sekutu ditempatkan di pangkalan itu untuk melawan kelompok ISIS. (yan/AFP/BBC/reuters/EPA)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/headline-09-jan-2020.jpg)