Breaking News:

Megawati Pernah Dibully Karena Timbun Pulau di Batam, Kini Pulau Itu Jadi Markas Militer Indonesia

Waktu Menjabat sebagai Presiden Indonesia, Megawati Soekarno Putri Pernah Dibully karena menimbun sebuahb Pulau di Batam.

Editor: Eko Setiawan
TRIBUN BALI/RIZAL FANANI
Sindiran Partai Koalisi Saat Megawati Minta-minta Jatah Menteri pada Jokowi: Zaman SBY Gak Gitu! 

TRIBUNBATAM.id - Waktu Menjabat sebagai Presiden Indonesia, Megawati Soekarno Putri Pernah Dibully karena menimbun sebuahb Pulau di Batam.

Pulau tersebut saat ini menjadi markas TNI untuk berjaga-jaga di ujung Indonesia.

Diketahui, Pulau tersebut Masuk Wilayah Kepulauan Riau (Kepri). Pulau Itu masuk dalam peta Kota Batam.

Penampakan dermaga Pulau Nipah di Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, Kepri
Penampakan dermaga Pulau Nipah di Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, Kepri (dok_/facebookk)

Rian Ernest Sebut Rumah Liar adalah Etalase Masalah Batam Sesungguhnya

Nurdin Meninggal Saat Kumandangkan Azan Subuh, Ajakan Sholat Jadi Kalimat Terakhirnya

Wanita di Soppeng Sulawesi Selatan Nekat Terobos Rumah yang Dilalap Api untuk Selamatkan Putrinya

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan dirinya pernah di-bully terkait kebijakan suatu pulau. 

Mega mengatakan, saat itu saat masih menjabat sebagai presiden, dia menceritakan di hadapkan pada pilihan untuk menimbun Pulau Nipah. 

"Perlu memang menjaga teritorial seperti saya waktu Presiden, saya dibully, karena saya nguruk sebuah pulau yang namanya Nipah," ujar Megawati, saat berpidato politik dalam Rakernas I PDIP, di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (10/1/2020). 

Ratusan nelayan berunjuk rasa menolak keberadaan sejumlah kapal tanker berbendera asing yang melakukan lego jangkar di perairan Pulau Nipah, Kepri, Kamis (27/6/2013). Mereka menganggap aktivitas itu menyebabkan hasil tangkapan laut nelayan yang berada di dalam Kecamatan Belakang Padang secara turun-temurun berkurang drastis.
Ratusan nelayan berunjuk rasa menolak keberadaan sejumlah kapal tanker berbendera asing yang melakukan lego jangkar di perairan Pulau Nipah, Kepri, Kamis (27/6/2013). Mereka menganggap aktivitas itu menyebabkan hasil tangkapan laut nelayan yang berada di dalam Kecamatan Belakang Padang secara turun-temurun berkurang drastis. (Tribun Batam/Zabur Anjasfianto)

"Karena saya diberitahu bahwa kalau tidak ditimbun, maka pulau itu akan hilang. Dapat saya bayangkan kalau seperti sekarang dengan banjir yang semakin hebat," imbuhnya.

Dia juga menceritakan, dirinya menerima bully-an lantaran dianggap abai terhadap rakyat yang sengsara.

Indonesia saat itu tengah dilanda krisis, sementara Megawati dianggap malah menimbun pulau dan tak memikirkan rakyat. 

"Wah, saya waktu itu diomongkan, Presiden yang tidak tahu bagaimana rakyat masih sengsara malah pulau ditimbun-timbun," jelasnya. 

Namun, Megawati menegaskan dirinya memiliki alasan mengapa menimbun Pulau Nipah.

Pasalnya tidak ditimbun, Mega menyebut Singapura bakal diuntungkan dari sisi teritorial. 

"Saya tidak peduli karena itu adalah persoalan kedaulatan teritorial. Kalau pulau itu hilang maka pada waktu itu berarti Singapura menjadi maju, masuk ke dalam teritorial kita," kata dia

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Cerita Megawati Mengaku Pernah Di-bully karena Menimbun Pulau Nipah

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved