Breaking News:

ANAMBAS HARI INI

Petani Cengkih di Anambas Mengeluh, Harga Cengkih, Sentuh Rp 40 Ribu per Kilogram

Petani cengkih di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provonsi Kepri mengeluhkan harga jual yang menurun dibandingkan tahun 2019 lalu.

tribunbatam.id/Rahmatika
Warga Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri menjemur cengkih di halaman rumahnya. Petani mengeluhkan harga cengkih yang anjlok. 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Petani cengkih di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provonsi Kepri mengeluhkan harga jual yang menurun dibandingkan tahun lalu. 

Pemilik kebun cengkih di Pulau Jemaja, Acok mengatakan, harga cengkih pada tahun ini berkisar Rp 40 ribu per Kilogramnya. 

Sementara pada tahun 2019 lalu, harga cengkih dijual bisa mencapai Rp 80 ribu per Kilogram. 

"Sekarang memang boleh dibilang musimnya (cengkih). Tapi kami tidak bisa berbuuat banyak. Gelisah juga kami dengan harganya sekarang ini," ucap Acok, Senin (13/1/2020). 

Ia menjelaskan, untuk memperoleh cengkih, pemilik kebun biasa menggunakan jasa upah pemanjat dengan besaran Rp 14 ribu per Kilogramnya. 

Tidak sampai di situ, cengkih selanjutnya dipilah untuk memisahkan antara batang dan bunganya sebelum dijemur kering. 

"Upah pemanjat itu tidak bisa turun. Petani berharap betul Pemerintah Daerah bisa melihat kondisi ini. Sehingga, petani cengkih bisa menjual dengan harga yang wajar," ucapnya. 

Sempat Sentuh Rp 50 ribu Per Kilogram

Anjloknya harga cengkih bukan yang pertama terjadi. di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri.

Di tahun 2019, harga satu komoditi utama perkebunan Anambas ini pernah menyentuh harga Rp 50 ribu per Kilogramnya.  

‎Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kabupaten Kepulauan Anambas, Usman belum mendapat informasi tentang harga cengkih yang anjlok.
Usman sendiri cukup kaget ketika ditanyai soal harga cengkih kering yang hanya mencapai Rp 50 ribu per kilogram. 
Padahal harga normal cengkih kering berkisar antara Rp ‎80 ribu sampai Rp 100 ribu per kilogram.
Anjloknya harga cengkih kering ini sudah terjadi sejak panen akbar sekitar April 2019.
Warga yang memiliki kebun cengkih memilih untuk menahan cengkih keringnya.
Perlahan namun pasti, harganya pun semakin anjlok sampai menyentuh harga Rp 50 ribu. 
Sejak panen akbar itu, harga cengkih berkisar Rp 83 ribu per kilogram.
 
Kemudian harganya turun perlahan menjadi Rp 60 ribu per kilogram, sampai Rp 50 ribu kilogram.
Untuk mendapatkan cengkih kering, warga yang memiliki pohon harus mengeluarkan dua kali upah pekerja. 
Upah pertama dikeluarkan untuk pekerja yang memanjat dan memetik putik cengkih.
Mereka diupah antara Rp 10 ribu untuk memetik 1 kilogram cengkih.
Upah ke dua diberikan kepada pekerja yang memilah antara tangkai dengan putik cengkih.
Mereka dibayar Rp 2 ribu untuk memilah 1 kilogram cengkih.
Pemilik cengkih kering memilih untuk menahan cengkih keringnya itu sampai harga jual benar-benar dianggap pas. 
"Belum dapat informasi soal itu.
Begini saja, nanti kalau ada perkembangan, kami akan sampaikan," ujar Usman saat dihubungi TRIBUNBATAM.id, Kamis (15/8/2019) pagi.(TribunBatam.id/Rahmatika)
Penulis: Rahma Tika
Editor: Septyan Mulia Rohman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved