Selasa, 5 Mei 2026

Manfaatkan Rongsokan, Pemuda Tak Tamat SD Ini Sukses Buat Pesawat, Bisa Terbang Hingga 20 Meter

seorang Pria asal Sulawesi selatan berhasil merakit pesawat dengan memanfaatkan barang bekas.

Tayang:
Editor: Eko Setiawan
Herry Syahrullah/Tribun Timur
Uji coba digelar di Pantai Ujung Tape, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang, Rabu (15/1/2020) 

TRIBUNBATAM.id - Seorang Pria asal Sulawesi selatan berhasil merakit pesawat dengan memanfaatkan barang bekas.

Berbekal belajar dari Youtube, Haerul, seorang pria asal Pinrang, Sulawesi Selatan berhasil merakit pesawat terbang.

Uniknya, selain berbahan bakar bensin, pesawat ini dibuat dari barang-barang rongsokan yang didapatkan Haerul di daerahnya

Pengurus Partai Nasdem Kepri Tunggu Keputusan DPP Terkait Nama yang Diusung dalam Pilkada

Nekat Curi 3 Ekor Babi di Bintan, Ep Ditangkap Polsek Gunung Kijang

Spesialis Maling Siang Hari Beraksi di Sekupang Batam, Pakai Mobil Rental Angkut Barang Curian

Haerul (33), seorang warga Kelurahan Pallameang, Kecamatan Matiro Sompe, Kabupaten Pinrang, kembali melakukan percobaan penerbangan pesawat buatannya.

Dalam uji coba yang kelima kalinya itu, Haerul akhirnya berhasil menerbangkan pesawatnya.

 

Sang burung besi pun berhasil mengudara pada ketinggian sekitar 20 meter.

Sorakan tepuk tangan dan teriakan kegembiraanmu terdengar sesaat setelah pesawat tersebut berhasil berkeliling di atas permukaan laut Ujung Tape.

Sebanyak dua kali pesawat tersebut berputar mengelilingi area pantai, hingga akhirnya mendarat mulus di tepi.

"Alhamdulillah sudah berhasil kami terbangkan, setelah gagal berkali-kali," kata Haerul saat dikonfirmasi TribunPinrang.com.

Menanggapi hal ini, Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid pun turut memberikan komentar.

Menurutnya, usaha yang dilakukan oleh Haerul patut dibanggakan dan diberi apresiasi.

"Tentu kami patut berbangga, karena ada putra daerah yang mampu melakulan hal yang luar biasa itu (menerbangkan pesawat)," ucapnya.

Hanya saja, tetap dibutuhkan pengujian dari pihak yang ahli di bidangnya untuk mendeteksi kelayakan pesawat tersebut.

Baik dari segi kemampuan terbangnya, ketahanannya, mesinya, dan sebagainya.

"Kalau untuk kebutuhan profesionalitas jangka panjang, uji kelayakan dari orang yang ahli tentu dibutuhkan," papar Irwan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved