IMLEK 2020

IMLEK 2020 - Makna Imlek, Bentuk Syukur atas Berkah yang Sudah Diberikan, Ada Tradisi Makan Bersama

Selain sembahyang, wajib sekeluarga makan satu meja sama-sama. Hal ini menjadi tradisi paling penting saat Imlek.

IMLEK 2020 - Makna Imlek, Bentuk Syukur atas Berkah yang Sudah Diberikan, Ada Tradisi Makan Bersama
TRIBUNBATAM.ID/ARDANA NASUTION
Pengunjung mall yang asyik berfoto di photobooth Angpao raksasa saat gelaran di Atrium Grand Batam Mall, Rabu (15/1/2020). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Tahun Baru Imlek dalam tradisi Tionghoa menjadi suatu perayaan yang wajib dimeriahkan setiap tahunnya.

Diantara begitu banyak tradisi unik yang dapat dijumpai saat Imlek, maka yang paling wajib adalah tradisi makan bersama di malam Imlek.

Ketua Bidang Budaya Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Batam Lie Ci Tuan mengatakan hal itu kepada Tribunbatam.id saat diwawancarai, Rabu (15/1/2020).


"Jadi yang paling penting saat Imlek itu kita makan bersama. Selain sembahyang waktu malam Imlek itu kita wajib sekeluarga makan satu meja sama-sama, itu kalau ada keluarga yang di luar negeri sekalipun dianjurkan untuk pulang," kata Lie.

Lie menuturkan, melalui makan bersama yang diadakan malam sebelum masuknya pergantian tahun tersebut, keluarga menjadi semakin erat.

Perayaan Imlek menurut Lie, penuh dengan suka cita dan makan bersama dengan keluarga menjadi hal yang utama.

Dipusatkan di Nagoya Batam, Perayaan Tahun Baru Imlek Hadirkan 8 Lampion Raksasa

Jelang Imlek 2020, Ini 5 Makna Kue Keranjang atau Nian Gao, Simbol Kegigihan dan Kebahagiaan

"Itu makanya kita itu suka pakai warna merah. Dimana-mana kalau Imlek itu pasti warna merah, itu untuk melambangkan kebahagiaan," tuturnya.

Menarik sejarah mengapa Imlek diadakan oleh orang Tionghoa, menurut Lie, tradisi ini sudah ada sejak zaman Dinasti Han, dan terus dipelihara hingga sekarang.

"Ini lebih kepada merayakan masuknya musim semi dulunya. Dahulu masyarakat menyambut musim semi yang identik dengan panen, bunga bermekaran, setelah melewati tiga musim sebelumnya," terang Lie.

Kebiasaan yang dilestarikan turun temurun ini, kemudian terbawa ke Indonesia, seperti yang sudah-sudah Imlek akan dilaksanakan selama 15 hari.

"Jadi kan di Indonesia, tidak ada pergantian empat musim. Kita merayakan saja Imlek sampai nanti Cap Go Meh atau hari ke lima belas," ujar Lie.

Menurut Lie, perayaan Imlek di Indonesia sebagai bentuk syukur atas rezeki tahun lalu, dan mendoakan agar mendapat keberkahan di tahun yang akan datang.

"Dalam hari besar ini kita berterima kasih atas keberkahan rezeki dan kesehatan di tahun sebelumnya, dan kita juga berdoa kepada Tuhan agar di tahun yang baru kita semakin diberkahi, negara juga sejahtera dan aman," ujar Lie. 

(tribunbatam.id/Ardana Nasution)

Penulis: Ardana Nasution
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved