Kamis, 23 April 2026

Tahun 2025, Selamat Jalan (perlahan) Bimbar Batam

Ada 3 jenis Bimbar. Bimbar Merah Maroon melayani penumpang dari Dapur 12 Sagulung ke Nagoya dan melintasi sub-terminal di Sukajadi.

2. Batam Kota Simpang

IKON BATAM - Puluhan lapak pedagang kaki lima di kawasan Bukit Welcome to Batam (WTB) di kawasan Engku Putri, Batam Center, Kota Batam, Oktober 2019.

Di Batam, penunjuk arah paling populer adalah simpang atau hub point pertemuan sejumlah jalan.

Ke-18 simpang ini kerap menjadi alat penunjuk arah atau titik pertemuan. 

Laiknya kota urban kebanyakan, jalur angkutan umum di Batam juga menggunakan nama simpang, gedung menonjol, rumah ibadah, atau nama-nama spot  ikonik yang mudah dimengerti.

Sekadar diketahui, bagi sekitar 1,2 juta warga Batam, ke-18 simpang (atau perempatan jalan) itu adalah lokasi identifikasi arah paling populer di Kota Batam

Dengan topografi pulau ukuran kecil, Batam memiliki banyak tanjung (delta yang menjorok ke laut), Batam juga dikenal dengan kota per-Simpang-an jalan. .

Inilah yang menjelaskan banyaknya simpang jalan di kota Batam.

Ke-18 simpang dan ikon pertumbuhan ekonomi Batam skaligus jalur pesepada itu antara lain;

  •  Pintu Selatan Engku Puteri (Start)
  • Masjid Agung 
  • Simpang Frengky (Pollux Habibie)
  • Simpang Kabil (Kepri Mall)
  •  Dermaga Sukajadi (kawasan Bukit Sukajadi)
  • Simpang Jam (Flyover Laluan Madani )
  • Simpang Polsek Lubuk Baja (Baloi)
  • Simpang U-Turn BCS 
  • Kelokan Grand Mall 
  • Simpang Martabak Har 
  • Simpang Mc’D (Nagoya–Sei Jodoh)
  • Simpang Telkom (Pelita)
  • Bioskop 21 Lama (Jalan Raden Fatah)
  • Simpang Indomobil (Baloi)
  • Laluan Edukits (Batam Center)
  • Bundaran Madani 
  • Simpang Ikan Daun 
  • Pintu barat Engku Putri (Finish)
WTB Hills - Salah satu ikon Kota Batam, WTB Hills, bukit Welcome To Batam di kawasan Engku Putri, Batam Center, Kota Batam (Oktober 2019)
WTB Hills - Salah satu ikon Kota Batam, WTB Hills, bukit Welcome To Batam di kawasan Engku Putri, Batam Center, Kota Batam (Oktober 2019) (tribun-batam/thamzil)

Berbeda dengan kota-kota lain di Indonesia, atau kota-kota besar dunia, yang penunjuk arah atau tempatnya menggunakan nama jalan atau nama kawasan. 

Luas pulau batam 1.595 km² atau dua kali lipat dari ukuran Kota Singapura 725,1  km². 

Luas total Pulau Batam melebihi Kota Jakarta Kota, (661,5 km²). 

Karena didesain sebagai kota Indisutri berikat di awal dekade 1970-1980-an, pusat-pusat pertumbuhan kota merujuk kawasan-industri, bukan kawasan pemukiman atau perdagangan.

Hingga awal dekade 1990-an, penduduk kota Batam masih sekitar 350 ribu jiwa. 70% adalah pekerja industri.

Namun setelah krisis moneter, tahun 1998 hingga 2000-an, Batam menjadi kota urban dengan pertumbuhan penduduk paling tinggi di Indonesia, diatas 10,1 %. Kota lain, rerata 2 hingga 3,5 %.

Inilah yang menjelaskan banyaknya recent migration (atau penduduk yang tak lahir di kota Batam dalam 10 tahun terakhir).

Batam Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, akhir 2029 lalu  mencatat proyeksi per­tum­buhan akan mencapai 3,5 % searah dengan pertumbuhan ekonomi.

Kini jumlah penduduk di prediksi  1.376.009 jiwa. Jumlah ini meningkat dibanding  tahun 2018 sebesar 1.329.773 jiwa, atau bertambah 234.193 jiwa dibandingkan pertumbuhan jumlah penduduk lima tahun lalu

Halaman
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved