IMLEK 2020

Dilarang Jaman Soeharto, Imlek Bisa Dirayakan di Indonesia Berkat Jasa Gus Dur 20 Tahun Lalu

KH Abdurrahman Wahis atau Gus Dur berjasa dalam perayaan Imlek di Indonesia, sempat dilarang di era Soeharto

Dilarang Jaman Soeharto, Imlek Bisa Dirayakan di Indonesia Berkat Jasa Gus Dur 20 Tahun Lalu
tribunbatam.id/endrakaputra
Bazar Imlek di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri, Rabu (8/1/2020). 

TRIBUNBATAM.id - Perayaan Tahun Baru China atau Imlek 2020 tak lepas dari jasa Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Gus Dur meletakkan pondasi sehingga Imlek bisa dirayakan secara terbuka di Indonesia.

Tahun ini perayaan Imlek 2571 jatuh pada 25 Januari 2020.

Berbagai acara maupun atraksi bisa kita saksikan secara leluasa.

Sejak era Gus Dur jadi presiden, kemeriahan perayaan Imlek atau Tahun Baru China bisa dilakukan.

Presiden keempat RI yang akrab disapa Gus Dur itu memang punya peran penting, sebab selama era Orde Baru di bawah pimpinan Presiden Soeharto, masyarakat etnis Tionghoa dilarang merayakan Imlek secara terbuka.

Hingga saat ini belum diketahui alasan atau latar belakang Soeharto melahirkan sejumlah kebijakan yang dianggap mendiskriminasi etnis Tionghoa.

Ini tentu butuh pembahasan dan diskusi yang sangat panjang.

Adapun mengenai larangan perayaan Imlek secara terbuka, kebijakan itu diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967 tentang Agama, Kepercayaan, dan Adat Istiadat China.

Dalam aturan itu, Soeharto menginstruksikan agar etnis Tionghoa yang merayakan pesta agama atau adat istiadat "tidak mencolok di depan umum, melainkan dilakukan dalam lingkungan keluarga".

Halaman
1234
Editor: Agus Tri Harsanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved