DEMO BURUH BATAM
Polisi Disebut Berlebihan Pasang Kawat Berduri saat Demo Buruh di Batam, Kenapa?
Sistem pengamanan yang dibuat oleh Polda Kepri dan Polresta Barelang saat demo buruh berlangsung dinilai berlebihan. Kenapa?
Polisi Disebut Berlebihan Pasang Kawat Berduri saat Demo Buruh di Batam, Kenapa?
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sistem pengamanan yang dibuat oleh Polda Kepri dan Polresta Barelang saat demo buruh berlangsung dinilai berlebihan.
Menurut Adi, seorang buruh di sana, mengatakan, dengan adanya kawat berduri terkesan aksi damai mereka dianggap sebagai potensi keributan.
"Padahal gedung DPRD itu adalah rumah aspirasi rakyat. Kenapa musti dikasih kawat berduri. Kalau misalkan itu di kantor pemerintah kota atau provinsi masuk akal. Atau misalkan kami ini berpotensi membuat keributan, ini murni aspirasi dan damai. Kami menilai suatu yang berlebihan. Jadi kesannya kami ini buat rusuh, padahal tidak," ujar Adi.
Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto ketika diminta tanggapan mengatakan, sempat juga heran dengan adanya kawat berduri di pintu gerbang.
Menurut Nuryanto, buruh atau masyarakat lain silakan menyampaikan aspirasi.
Karena sejatinya, gedung DPRD itu adalah milik rakyat.
• Gelar Demo, Ini Isi Tuntutan Serikat Buruh, Termasuk Minta Ada PHI di Batam
"Tapi kami menghargai polisi dalam hal ini. Kalau dari kami, ya silakan saja masuk ke gedung ini. Kita duduk bareng, diskusikan bersama apa yang menjadi aspirasi. Kami tak melarang, karena itu juga amanah undang-undang," ujar Nuryanto
Sementara itu, Kasat Sabhara Polresta Barelang Kompol Firdaus ketika diminta tanggapan membantah tudingan itu. Ia mengatakan, polisi melakukan pengamanan itu untuk mencegah hal yang dapat mengganggu kamtibmas di gedung tersebut.
"Tidak demikian. Kita hanya mengamankan. Tapi kami akan bicarakan dengan pimpinan dulu soal itu," ujar Firdaus. (TribunBatam.id/leo halawa)