IMLEK 2020

Lahir dari Spontanitas Seorang Gus Dur, Inilah Kisah Dibalik Meriahnya Perayaan Imlek

Imlek 2571 jatuh pada 25 Januari 2020. Berbagai acara dan atraksi siap memeriahkan seluruh rangkaian perayaan Imlek di seluruh kota di Indonesia.

projectpengyou.org
Suasana Imlek di Beijing, China. 

Pada masa dinasti Qing, Kang Youwei ( 1858-1927 ) , seorang reformis Ruism menyarankan agar menggunakan Kongzi era yang dihitung dari tahun kelahiran Kongzi. Sedangkan Liu Shipei (1884-1919 ) menolak hal itu dan mengusulkan agar tahun kalender Tionghoa dihitung dari tahun kelahiran Huangdi.

Yang menjadi suatu masalah adalah kapan Huang dilahirkan untuk dijadikan patokan perhitungan Huangdi Era.

Liu Shipei memperkirakan tahun 2711 BCE adalah tahun kelahiran Huangdi, jadi tahun 2008 CE adalah tahun 4719 H.E.

Song Jiaoren ( 1882-1913 ) memperkirakan tahun 2697 BCE adalah tahun kelahiran Huangdi, dan akhirnya banyak orang yang sepakat untuk menerima tahun 2697BCE sebagai awal Huangdi Era (Biasa disingkar HE).

Dari angka inilah sekarang tahun baru Imlek ini bisa disebut tahun baru Imlek 4708 HE

Selain masyarakat luas, umat Taoisme juga menyebutkan bahwa Huangdi Era adalah tahun yang digunakan oleh umat Taoisme dan mereka menyebutnya Daoli atau kalender Tao.

Sebagian besar masyarakat Tionghoa di luar negeri dan umat Taoisme lebih suka menggunakan Huangdi Era karena Huangdi atau kaisar kuning ini dalam sejarah Tiongkok dianggap sebagai bapak bangsa etnis Han atau orang Tionghoa secara umumnya.

Dan para Taois menggunakan Huangdi Era, karena dalam kepercayaan Taoisme kaisar Kuning ini adalah pembuka ajaran agama Tao.

Alasan inilah yang membuat timbulnya Huangdi Era dan Dao Era, di mana Huangdi Era dan Dao Era sama saja hanya penyebutan Dao Era atau Daoli digunakan oleh para Taois.

Berlangsung 15 Hari

Suasana di Vihara Samudra Dharma Mentarau yang ramai dikunjungi Umat Buddha untuk sembahyang di Tahun Baru Imlek 2570, Selasa (5/2/2019)
Suasana di Vihara Samudra Dharma Mentarau yang ramai dikunjungi Umat Buddha untuk sembahyang di Tahun Baru Imlek 2570, Selasa (5/2/2019) (TRIBUNBATAM.id/ALFANDI SIMAMORA)

Tahun baru Imlek biasanya berlangsung sampai 15 hari. Satu hari sebelum atau pada saat hari raya Imlek, bagi etnis Tionghoa adalah suatu keharusan untuk melaksanakan pemujaan kepada leluhur, seperti dalam upacara kematian, memelihara meja abu atau lingwei (lembar papan kayu bertuliskan nama almarhum leluhur), bersembahyang leluhur seperti yang dilakukan pada hari Ceng Beng (hari khusus untuk berziarah dan membersihkan kuburan leluhur).

Oleh sebab itu, satu hari sebelumnya atau pada saat Hari Raya Imlek para anggota keluarga akan datang ke rumah anggota keluarga yang memelihara lingwei (meja abu) leluhur untuk bersembahyang, atau mengunjungi rumah abu tempat penitipan lingwei leluhur untuk bersembahyang.

Dibalik Pertanyaan Kenapa Selalu Ada Barongsai Disetiap Perayaan Imlek? Begini Asal-mulanya

Sebagai bentuk penghormatan dan sebagai tanda balas-budi maka pada saat acara sembahyang dilakukan pula persembahan jamuan makan untuk arwah para leluhur.

Makna dari adanya jamuan makan untuk arwah leluhur adalah agar kegembiraan dan kebahagian saat menyambut hari raya Imlek yang dilakukan di alam manusia oleh keturunannya juga dapat turut serta dinikmati oleh para leluhur di alam lain.

Persembahan Uang Arwah

Pesta kembang api dan suasana perayaan Imlek 2019 atau Malam Tahun Baru China 2057
Pesta kembang api dan suasana perayaan Imlek 2019 atau Malam Tahun Baru China 2057 (TRIBUNBATAM.id/ROMA ULY SIANTURI)

Selain jamuan makan juga dilakukan persembahan bakaran Jinzhi yang umumnya dikenal sebagai uang arwah (uang orang mati) serta berbagai kesenian kertas zhǐzhā (pakaian, rumah-rumahan, mobil-mobilan, perlengkapan sehari-hari, dan pembantu).

Makna persembahan bakaran Jinzhi dan zhǐzhā yang dilakukan oleh keturunannya adalah agar arwah para leluhur tidak menderita kekurangan serta sebagai bekal untuk mencukupi kebutuhannya di alam lain.

Praktik jamuan makan dan persembahan bakaran Jinzhi dan zhǐzhā yang dilakukan oleh keturunannya untuk arwah para leluhur di alam lain merupakan bentuk perwujudan tanda bakti dan balas-budi atas apa yang telah dilakukan oleh orang-tuanya saat masih hidup kepada anak-anaknya di alam manusia.

Sembahyang Tuhan YME

Pada malam tanggal 8 menjelang tanggal 9 pada saat Cu Si (jam 23:00-01:00) umat melakukan sembahyang lagi.

Sembahyang ini disebut Sembahyang King Thi Kong  (Sembahyang Tuhan Yang Maha Esa) dan dilakukan di depan pintu rumah menghadap langit lepas dengan menggunakan altar yang terbuat dari meja tinggi berikut sesaji, berupa Sam-Poo (teh, bunga, air jernih), Tee-Liau (teh dan manisan 3 macam), Mi Swa, Ngo Koo (lima macam buah), sepasang Tebu, dan tidak lupa beberapa peralatan seperti Hio-Lo (tempat dupa), Swan-Loo (tempat dupa ratus/bubuk), Bun-Loo (tempat menyempurnakan surat doa) dan Lilin Besar.

Pada hari Cap Go Meh, tanggal 15 Imlek saat bulan purnama, Umat melakukan sembahyang penutupan tahun baru pada saat antara Shien Si (jam 15:00-17:00) dan Cu Si (jam 23:00-01:00). Upacara sembahyang dengan menggunakan Thiam hio atau upacara besar ini disebut Sembahyang Gwan Siau (Yuanxiaojie).

Sembahyang kepada Tuhan adalah wajib dilakukan, tidak saja pada hari-hari besar, namun setiap hari pagi dan malam, tanggal 1 dan 15 Imlek dan hari-hari lainnya. (*) 

 

BREAKING NEWS - Siswi SMK Anambas dibully, Komisi lV DPRD Kepri Gelar Pertemuan dengan Disdik Kepri

Link Live Streaming Thailand Master 2020, 8 Wakil Indonesia Main Hari Ini, Selasa (21/1/2020)

Viral Video Pria Dipanggil Boy Mabuk Berat Ngamuk-ngamuk, Boy William Klarfikasi

Serba-serbi dan Makna Salad Yu Sheng Khas Imlek 2020, Aduk yang Tinggi Sebelum Dimakan

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved