Rabu, 6 Mei 2026

Siswi SMK Anambas Diduga Jadi Korban Dibully, SMKN 2 Tanjungpinang Siap Terima Keinginan Pelajar

Kepala Sekolah SMKN 2 Tanjungpinang siap menerima keinginan pelajar siswi sebuah sekolah kejuruan di Anambas yang diduga menjadi korban bully.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.ID/ENDRA KAPUTRA
Kepala SMKN 1 Anambas Tugiono saat menjelaskan persoalan bully siswinya oleh oknum guru sekolah di Kantor DPRD Kepri di Tanjungpinang, Selasa (21/1/2020). 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Kepala Sekolah SMKN 2 Tanjungpinang siap menerima keinginan pelajar siswi sebuah sekolah kejuruan di Anambas yang diduga menjadi korban bully akibat perlakuan oknum guru. 

Dalam pertemuan dengan Komisi IV DPRD Provinsi Kepri, Kadisdik Kepri, Muhamad Dali sempat menanyakan kepada siswi tersebut atas keinginannya bersekolah. 

"Jadi saya tanya langsung kepada adinda, kemana sekolah yang diinginkan oleh adinda. Apakah benar mau pindah di SMKN 2 Tanjungpinang," tanya Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Muhamad Dali kepada siswi tersebut, Selasa (21/1/2020).

Siswi itu menjawab keinginan bersekolah di Tanjungpinang. 
"Iya pak saya mau di SMKN 2 Tanjungpinang," jawab siswi tersebut. 

Atas jawaban tersebut, Kepala Sekolah SMKN 2 Tanjungpinang yang turut hadir dalam pertemuan itu siap menerima siswi tersebut.
"Kami siap menerima siswi tersebut, nanti tinggal menyelesaikan adminitrasi pindah sekolah," sebutnya.

Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri akan memberikan sanksi kepada oknum guru di sebuah sekolah menengah kejuruan di Kabupaten Kepulauan Anambas. 

Ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Muhamad Dali setelah mendengar pernyataan kepala sekolah dan siswi yang dalam pertemuan dengan Komisi IV DPRD Provinsi Kepri

"Kami menyesali juga atas ucapan yang keluar dari perkataan oknum guru tersebut. Mendidik anak atau siswa harus pada koridor yang benar. Kami akan berikan sanksi kepada guru itu melalui sekolah," ujarnya.

Menurutnya, orang tua dan pelajar di Provinsi Kepri harus mengerti bahwa guru adalah orang tua kedua.
Setelah mendengar langsung jawaban siswi tersebut, dan pihak sekolah yang akan menjadi tujuan pindah. Dali pun menyampaikan,

telah mendapat titik penyelesaian atas kejadian tersebut.
"Seharusnya persoalan ini cukup diselesaikan oleh Walikelas saja, atau pihak sekolah. Jangan suatu persoalan yang kiranya bisa

diselesaikan dengan cara baik-baik, malah menjadi persoalan sangat besar," ucapnya.Jadi Perhatian DPRD Provinsi Kepri
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri sebelumnya melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak terkait siswi SMK Anambas yang merasa dibully hingga enggan bersekolah.

Usai penjelasan dari Kepala Sekolah SMKN 1 Anambas Tugiono, kini giliran siswi korban bully, Ar diberi kesempatan bicara oleh Wakil Ketua Komisi lV DPRD Kepri Sirajudin Nur.

Dalam pengakuannya, ia membantah pernyataan kepala sekolah atas dirinya berpegangan tangan, dan berbuat mesum saat berada di dalam kapal roro.

"Nggak ada saya pak pegangan tangan sama pacar saya. Nggak mungkinlah seperti itu, kan banyak orang di sana, apalagi sampai dibilang mesum," ujarnya membantah, dan langsung mengeluarkan air mata, Selasa (21/1/2020).

Dengan nada terbata-bata, siswi tersebut mengatakan, ketidakhadirannya ke sekolah dikarenakan sudah terlanjur malu atas gosip terhadap dirinya.
"Kenapa nggak mau saya sekolah, karena saya sudah malu. Satu sekolah tahunya saya melakukan mesum saat di roro itu, saya malu pak, nama baik saya sudah tercemar," sebutnya masih dalam kondisi menangis.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved