BATAM TERKINI

Beli Barang dari Batam Jadi Lebih Mahal, Ini Cara Menghitungnya sesuai PMK 199

PMK No.199 tahun 2019 menurunkan ambang batas bebas bea masuk dari 75 dollar AS menjadi hanya 3 dollar AS atau setara dengan Rp 42.000

Beli Barang dari Batam Jadi Lebih Mahal, Ini Cara Menghitungnya sesuai PMK 199
TRIBUNBATAM.ID/ARGIANTO
Sejumlah pelaku UMKM bertemu dengan Bea Cukai di Kantor Kadin Batam, Jalan Raja Fisabilillah, Batam Kota, Selasa (21/1/2020) meminta kejelasan terkait PMK No.199 tahun 2019 

TRIBUNBATAM.id - Siap-siap, harga beli barang dari Batam akan lebih mahal dari biasanya.

Hal ini berlaku setelah pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 199/PMK 010 2019.

Aturan itu menurunkan ambang batas bebas bea masuk dari 75 dollar AS menjadi hanya 3 dollar AS atau setara dengan Rp 42.000 (kurs Rp 14.000).








Itu artinya, harga barang impor yang lebih dari Rp 42.000 akan dikenakan bea masuk sehingga harganya akan lebih mahal.

Ketentuan ini juga berlaku untuk barang impor yang keluar dari Batam.

Aturan ini mulai berlaku mulai 30 Januari 2020.

Kritik PMK 199, Kadin Batam Minta Pemerintah Fokus ke Peningkatan Kualitas Produk Dalam Negeri

Dampak PMK 199, Perwakilan UMKM Temui Bea Cukai di Kantor Kadin Batam

Sebenarnya di dalam aturan PMK 199/PMK 010 2019 dijelaskan, semua barang dari luar negeri yang masuk ke Batam tidak dikenakan bea masuk dan pajak impor.

Namun demikian, bila barang tersebut dikeluarkan dari Batam ke wilayah Indonesia lainnya, maka akan dikenakan bea masuk dan pajak impor sesuai dengan yang telah ditentukan.

"Jadi semua barang dari Batam eks luar negeri yang masuk ke daerah Indonesia lainnya dianggap impor," ujar Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga DJBC Syarif Hidayat ketika dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (24/1/2020).

Bagaimana cara perhitungannya?

Perlu diketahui, dengan penurunan ambang batas tersebut, pemerintah menerapkan tarif pajak impor sebesar 17,5 persen yang terdiri atas bea masuk 7,5 persen dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10 persen dan Pajak Penghasilan (PPh) 0 persen.

Tarif ini tidak berlaku untuk produk tekstil, tas, dan sepatu karena dikecualikan.

Misalkan Anda membeli barang impor seharga 14,9 dollar AS. Ditambah ongkos kirim dan asuransi masing-masing 3 dollar AS dan 1 dollar AS, maka harga barang tersebut 18,9 dollar AS atau Rp 283.500 (kurs Rp 15.000 per dollar AS).

Cara menghitung bea masuk:

Halaman
12
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved