VIDEO - Iming-imingi Korban Uang Rp 10 Ribu, Predator Anak Cabuli 7 Bocah Perempuan di Batam

Polisi berhasil mengamankan seorang predator anak berinisial SB yang melancarkan aksi bejatnya dengan mencabuli 7 bocah perempuan di Batam..

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Polisi berhasil mengamankan seorang predator anak berinisial SB yang melancarkan aksi bejatnya dengan mencabuli 7 bocah perempuan di Batam..

Ulah SB terbongkar setelah seorang bocah yang menjadi korbannya mengeluhkan rasa sakit pada kemaluannya dan menceritakan kepada orangtuanya akhir Desember 2019 lalu.

Orangtua makin yakin ada yang tak beres ketika orangtua bocah yang berisinial S mendapatkan cerita serupa berupa keluhan dari korban lain.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt saat konferensi pers di Mapolda Kepri, Jumat (24/1/2020) mengatakan, pada 17 Januari 2020 orangtua korban melaporkan apa yang dialami dan dirasakan oleh anak-anaknya.

Hary mengatakan, setelah tim dari Dirkrimum Polda Kepri Subdit IV bergerak dan mengamankan pelaku di sebuah pulau di kawasan Kecamatan Galang,  Batam.

Hary menjelaskan, predator anak tersebut dalam menjalankan aksi bejat tersebut mengimingi korban dengan uang sebesar Rp 10.000.

"Pelaku mengajak ke tempat yang sudah direncanakan untuk melancarkan aksi bejatnya," ujarnya.

Hari mengungkap, saat ini sudah 7 bocah perempuan yang telah menjadi korban, di mana para korban berumur kisaran 6 sampai 9 tahun.

SB tidak hanya menjalankan aksi bejatnya di satu tempat saja.

Tetapi di beberapa tempat dari hutan tempat mencari kayu api hingga rumah si pelaku.

 Diduga Jadi Korban Pencabulan, KPPAD Kepri Dampingi Pelajar Siswi Sebuah SMP di Tanjungpinang

Polda Kepri mengamankan beberapa barang bukti  berupa sebuah kasur dan beberapa pakian pelaku dalam melaksanakan aksinya dan pakaian korban.

Pasal 82 ayat 1 UU No 17 tahun 2016 tentang peraturan pemerintah pengganti undang-undang 1 tahun 2016 atas UU no 23 tahun 2002  tentang perlindungan anak Junto pasal 64 ayat 1  dengan pidana paling lama 15 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar.

"Kami dari pihak kepolisian menghimbau kepada seluruh orangtua agar meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan anaknya," ujar Harry.

Harry juga mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan KPPAD Provinsi Kepri untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

"Kami juga akan menurunkan tim trauma healing untuk meminimalisir trauma para korban," katanya. (TRIBUNBATAM.ID/ALAMUDIN)

Penulis: Alamudin Hamapu
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved