Minggu, 12 April 2026

BATAM TERKINI

45 Juta Pengiriman dari Luar Negeri Lewat Batam, Ini yang Akan Dilakukan BP Batam

Batam sebenarnya tidak dirancang sebagai tempat atau lalu lintas perdagangan barang dari luar negeri transit di Batam lalu masukkan di Indonesia

Kontan
ILUSTRASI. Perekonomian - ekspor impor China 

45 Juta Pengiriman dari Luar Negeri Lewat Batam, Ini yang Akan Dilakukan BP Batam

TRIBUNBATAM.id, BATAM - BP Batam saat ini sedang menyusun kuota impor untuk pelaku usaha kecil menengah (UKM) yakni untuk para reseller yang ada di Batam.

Saat ini, petugas dan pejabat BP Batam di bidang lalu lintas barang juga sudah diarahkan untuk mengecek kembali kuota induk yang sudah ditetapkan. 

"Jangan sampai barang itu berlebihan dan tidak dibutuhkan," kata Deputi Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi BP Batam, Sudirman Saad.

Sementara itu, terkait barang impor di Indonesia yang 77 persen transit lewat Batam, hal itu tidak ditampik oleh Sudirman dan memberikan pengaruh status kota wisata selain industri. 

"Perkiraan saya tak mungkin mereka setiap tahun melakukan pengiriman barang sampai 45 juta kali. Tetapi data statistik nasional kita dari 57,9 juta pengiriman barang dari luar negeri ke Indonesia selama 2019, sekitar 77,7 persen transit di Batam. Ada 45 juta pengiriman dari luar negeri via Batam. Ini artinya Batam dirancang kota industri dan pariwisata," paparnya.

Status Batam sebagai wilayah Free Trade Zone, sebenarnya berkaitan dengan barang konsumsi, dimaksudkan hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Batam. Kemudian impor untuk mensupport industri. 

Ingatkan PMK 199 Jangan Jadi Komoditi Politik, Werton: Mana Ada Sekarang Barang Impor Rp 45 Ribu

"Jadi tidak dirancang sebagai tempat atau lalu lintas perdagangan barang dari luar negeri transit di Batam lalu masukkan di Indonesia," ujar dia.

Sudirman menambahkan BP Batam akan mengecek kembali kuota barang-barang impor dari Batam yang jumlahnya 45 juta pengiriman.

Atas dasar itu juga, BP Batam mendorong para pelaku UKM online di Batam, membentuk asosiasi. 

"Hal ini untuk memastikan berapa orang yang terlibat dan omset pengirimannya," kata Sudirman.

Di tempat yang sama, Kasubdit Perdagangan, Direktorat Lalu Lintas Barang, BP Batam, Yani Alkindi mengatakan, pihaknya akan melakukan, evaluasi kuota impor. Reseler secara teknis dievaluasi dari sisi kuota. 

"Permohonan para importir untuk beberapa hal juga dievaluasi. Terutama untuk impor yang jenis HS Code. Seperti sepatu, tas, kaos kaki, dan tekstil," ujar Yani yang berada di samping Sudirman. 

Dalam penyusunan kuota impor, Badan Pengusahaan (BP) Batam, juga memperhatikan Batam sebagai kota pariwisata.

Pihaknya menyiapkan kuota untuk kebutuhan wisatawan, sebelum ditentukan kuota induk.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved