Jumat, 24 April 2026

CEK KESEHATAN ABK FERRY

Bawa Penumpang Diduga Suspect Virus Corona, KKP Batam Tunda Keberangkatan Kapal MV Wavemaster 6

Keberangkatan kapal MV Wavemaster 6 tujuan Batam-Singapura ditunda sementara waktu oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Batam.

Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
TribunBatam.id/ZaburAnjasfianto
Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan melakukan fumigasi ke kapal MV Wavemaster 6 di Pelabuhan Feri Batam Centre, Kamis (30/1/2020). Lebih dari 12 jam awak kapal dilarang turun ke darat setelah satu orang penumpang terdeteksi virus Corona. 

Diisolasi ke Asrama Haji

Petugas medis membawa enam awak ferry untuk diperiksa kesehatannya di RSUD Embung Fatimah, Kamis (30/1/2020).

Petugas medis membawa enam awak ferry untuk diperiksa kesehatannya di RSUD Embung Fatimah, Kamis (30/1/2020)
Petugas medis membawa enam awak ferry untuk diperiksa kesehatannya di RSUD Embung Fatimah, Kamis (30/1/2020) (TRIBUNBATAM?ZABUR)

Delapan awak kapal dibawa ke Asrama Haji untuk diperiksa kesehatannya apakah terindikasi virus corona atau tidak.

Karena sehari sebelumnya, salah satu penumpang langsung dibawa ke Asrama Haji karena diduga terindikasi virus corona.

Ke delapan ABK itu diangkut mobil dinas dengan plat BP7074 C. Sejumlah ABK itu pun di isolasi melalui jalur khusus di pelabuhan dan dikawal petugas kesehatan pelabuhan dan pihak keamanan.

Hingga saat ini belum ada penjelasan resmi yang dikeluarkan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan.

Kepala Dinas Kesehatan Kepri Tjetjep Yudiana membenarkan adanya delapan awak Ferry MV Wavemaster 6 diobservasi.

Para awak kapal diobservasi karena ferry sempat mengangkut penumpang suspect virus Corona.

MV Wavemaster 6 sebelumnya menjalani rute pelayaran Singapura ke Batam.

"8 orang ABK ini temannya yang satu itu, kenapa diobservasi, agar memastikan dalam pemeriksaan tim medis, karena satu kapal mereka," katanya, Kamis (30/01/2020) saat tinjauan bersama Plt Gubernur Kepri Isdianto di Pelabuhan Internasional SBP Tanjungpinang.

Ia menegaskan, seluruh ABK tersebut hingga saat ini belum ada hasil apakah terjangkit virus corona atau tidak.

"Memang gejalanya ada demam, batuk, dan sesak nafas. Perlu diingat ya, gejala ini tidak bisa langsung memvonis kalau penderita virus itu," tegasnya.

Ia juga menyampaikan, kepada masyarakat Kepri agar tidak cemas akan hal tersebut.

"Jangan takut kalau ada gejala yang disebutkan tadi. Kenapa harus dilakukan observasi. Inilah bentuk kewaspadaan pemerintah," sebutnya. (Tribunbatam.id/bereslumbantobing/zabur anjasfianto)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved