Senin, 11 Mei 2026

BATAM SIAGA VIRUS CORONA

Cegah Virus Corona, Polisi Cari 16 Orang Kapal dari Singapura, Kerja sama Imigrasi dan Disdukcapil

Kabid Dokkes Polda Kepri, Kombes Pol Muhammad Haris mengatakan, ada 12 WNA dan 4 WNI bersama R yang diduga terindikasi Virus Corona.

Tayang:
TRIBUNBATAM.ID/ZABURANJASFIANTO
Petugas medis membawa enam awak kapal feri untuk diperiksa kesehatannya. Enam awak kapal ini dikarantina di Asrama Haji Batam Centre karena terindikasi Virus Corona. Foto ilustrasi. 

BATAM.TRIBUNBATAM.id - Polisi mencari keberadaan 15 orang yang bersama R (40), seorang kru kapal tug boat yang dirawat di RSUD Embung Fatimah karena diduga terindikasi Virus Corona.

Kabid Dokkes Polda Kepri, Kombes Pol Muhammad Haris mengatakan, ada 12 orang Warga Negara Asing (WNA) dan 4 orang Warga Negara Indonesia yang bersama R dalam satu kapal.

Polisi dalam hal ini Polresta Barelang berkoordinasi dengan Imigrasi dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

"Selain R, tiga orang WNI di kapal tersebut alamatnya sudah diketahui," ucap Kombes Pol Muhammad Haris dalam siaran persnya, Kamis (30/1/2020).

Haris menjelaskan, R ke Batam melalui Pelabuhan Internasional Batam Centre, Rabu (29/1/2020) sekira pukul 12.30 WIB untuk berobat ke RSUD Embung Fatimah menggunakan kapal MV Wavemaster 6. Pria 40 tahun itu diketahui bekerja di kapal Tug Boat dengan rute pelayaran Singapura-China.

Ketua Satgas Penanggulangan Virus Corona ini menjelaskan,Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Batam juga telah melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap 8 orang ABK kapal MV Wavemaster 6 tersebut.

Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan juga memberi disinfektan dan dilakukan pembersihan terhadap kapal tersebut.

"Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panik dan tetap menjaga kesehatan dengan pola hidup sehat, dan jangan mudah mempercayai informasi-informasi yang beredar media sosial yang belum jelas kebenarannya," ucapnya.

Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) asal Batam dikabarkan terinfeksi virus corona dan kini sedang diisolasi dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, Batu Aji, Batam.

Hal itu dibenarkan oleh Humas RSUD Embung Fatimah, Nofi saat ditemui, Kamis (30/1/2020) pagi.

"Belum tahu kepastiannya seorang warga Batam itu terinfeksi virus corona atau tidak, masih dalam penanganan medis jadi biarlah tim nanti yang menjelaskan," ujar Nofi.

Kata dia, pihak RSUD pagi ini akan menggelar konferensi pers terkait hal tersebut.

"Tim akan menggelar konferensi pers terkait hal itu, tunggu saja informasi lebih jelasnya iya," katanya.

Kronologis

Warga Negara Indonesia asal Batam, R (40) yang kini diisolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah saat ini mendapat penanganan khusus tim medis kesehatan.

Bukan tanpa alasan, pasien tersebut diduga terpapar virus corona yang dipulangkan dari tempat dia bekerja di salah satu kapal di Singapura.

Kabid dokkes Polda Kepri, Kombes Pol Muhammad Haris menyebutkan pasien yang saat ini menjalani isolasi di RSUD Embung Fatimah merupakan warga Batam yang bekerja di Singapura.

"Kemarin, Rabu 29/01 sekira pukul 12.30 WIB siang, pasien tersebut tiba di Batam melalui pelabuhan Batam Center dan langsung diberikan pengawasan oleh karantina hingga langsung dirujuk ke RSUD EF," ujar Haris saat menggelar konferensi pers di Aula RSUD Embung Fatimah, Kamis (30/1/2020).

"Dia (pasien) ini bekerja di kapal di Singapura, jadi waktu itu timbul gejala demam, batuk dan sesak dan demam dengan suhu tubuh yang tinggi dialaminya, sudah tiga hari namun tidak sembuh-sembuh. Atas hal itu bos nya pun menyuruh dia pulang ke Indonesia, ungkapnya.

Adanya seorang warga Batam yang dikabarkan sakit lalu dikirim ke Batam, bermula kami mendapat informasi dari suspect corona.

Namun apakah pasien itu positif terinfeksi virus corona, tim gabungan medis akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan mengambil sampel.

Jadi saat ini sampelnya sudah diambil dan tadi pagi sudah dibawa ke jakarta untuk diperiksa di laboratorium kementerian kesehatan, jadi kita tunggu saja mungkin dua atau tiga hari hasilnya akan keluar baru lah kita tau apakah pasien tersebut positif atau negatif corona.

Tenaga Medis Pakai Seragam Hazmat

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi mengungkapkan, hasil tes darah terhadap pasien yang diduga mengidap virus corona akan diketahui tiga hari ke depan.

"Hasilnya keluar Senin atau Selasa nanti," ungkapnya kepada TRIBUNBATAM.id, Kamis (30/1/2020).

Menurutnya, pasien pria asal Batam ini sempat dilarikan menuju ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebelum masuk ke ruang isolasi.

"Jadi di IGD itu juga ada ruang isolasinya. Penanganan sejauh ini tetap maksimal dilakukan, dan tenaga medis juga mengantisipasi betul penyebaran dengan menggunakan pelindung diri seperti masker dan baju pelindung berwarna kuning," sambungnya.

Baju itu kata Didi, berfungsi untuk mengantisipasi penyebaran dugaan virus berbahaya ini saat tenaga medis berinteraksi dengan pasien.

Baju lengkap ini biasa disebut Hazmat (Hazardous Material).

Didi pun mengakui, sejak kemarin malam, Rabu (29/1/2020), dirinya bersama beberapa dokter spesialis dan pihak kepolisian juga telah meninjau dugaan warga Batam positif virus berbahaya asal Wuhan, Tiongkok, ini.

Dia menjelaskan, keterlibatan pihak kepolisian untuk menjaga situasi dan kondisi keamanan jika nantinya pasien menolak agar tidak dimasukkan ke dalam ruang isolasi.

"Takutnya saat dimasukkan ke ruang isolasi pasien memberontak," katanya.

Sebanyak 8 orang kru kapal MV Wavemaster 6 menjalani karantina.

MV Wavemaster 6 sebelumnya mengangkut R (40), penumpang yang diduga terpapar virus corona.

MV Wavemaster 6 berlayar dari Singapura tujuan Batam.

Ke 8 kru kapal MV Wavemaster 6 itu kini diinapkan di ruang karantina Lantai 3 Gedung Arafah, Asrama Haji, Batam Center, Kamis (30/1/2020).

Pengelola Asrama Haji, Budi mengatakan, 8 kru kapal tersebut sudah masuk karantina.
"Sudah tadi mereka diantar langsung oleh pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dengan menggunakan bus KKP," ujar Budi kepada Tribun Batam.

Ke 8 kru kapal itu diinapkan di 2 kamar. Satu kamar berisi 4 orang.

"Tidak ada yang boleh naik ke atas melihat tanpa seizin KKP, dan mereka (kru) juga enggan ditemui," ucap Budi.

"Perlu diketahui mereka bukan di ruang isolasi ya, melainkan di ruang karantina," jelasnya.

Budi mengatakan, lantai 3 asrama haji itu biasanya khusus untuk jemaah haji yang baru datang dari Arab usai naik haji ataupun umroh.

"Di atas itu hanya kamar, seperti tempat penginapan umum, kalau untuk makan mereka nanti diantar pihak kapal. Jadi kami hanya mengawasi mereka saja," katanya.

Apakah ada SOP pengawasan, Budi menyebutkan tidak ada standar pengawasan.

"Kita hanya diminta KKP mengawasi mereka sehingga tidak ada diantara mereka yang kontak dengan warga," ujarnya.

Sementara itu, pantauan Tribun suasana di lantai 3 asrama haji, tempat ke 8 kru kapal diinapkan itu tampak steril. Pengunjung dilarang naik.

Diduga Suspect Virus Corona

Delapan ABK MV Wavemaster 6 masih dikarantina di Asrama Haji, Batam Centre, Kamis (30/1/2020).

MV Wavemaster 6 sebelumnya mengangkut R (40), penumpang yang diduga terpapar virus Corona.

MV Mavemaster 6 berlayar dari Singapura tujuan Batam.

Sementara R, warga Batam yang kini telah di isolasi di Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, Batu Aji, Batam.

Kepala Bidang Pengendalian Karantina dan Survei Lan Evidemiologi, Kantor Kesehatan Pelabuhan Batam, Romel Simanungkalit kepada Tribun, Kamis (30/01) mengatakan 8 crew kapal tersebut sedang dalam pengawasan.

Mereka masih dalam pengawasan, mereka di dalam kapal yang berlabuh di Ferry International Batam Centre.

Penumpang Terdeteksi Virus Corona, 12 Jam Lebih Awak Kapal MV Wavemaster 6 Dilarang Turun Kapal

A Passenger Detected by Corona Virus, 12 hours Crew of MV Wavemaster 6 Prohibited from going ashore

"Ditahan dan tidak boleh berlayar. Keberadaannya saat ini masih dalam kapal, sedang kita awasi. Intinya mereka tidak boleh kontak dengan warga," ujarnya.

Kata dia dari 8 orang crew tersebut, 4 diantaranya merupakan Warga Negara Indonesia (WNI).

Meski mereka 8 crew itu bersikeras meminta untuk kembali ke Singapura berlayar namun sesuai prosedural aturan hal itu tidak diperbolehkan.

"Penahanan itu sudah sesuai prosedural, diatur Undang-Undang kesehatan mereka harus patuh, ini pencegahan peredaran virus," tegasnya," ujarnya.

Saat menjalani isolasi, kata dia pihak karantina akan menanggung semua kebutuhan hidup orang yang di isolasi.

"Sesuai aturannya, mereka akan kita isolasi selama 28 hari hingga dipastikan mereka bebas dari indikasi virus," terangnya.

Disemprot Disinfektan

Petugas KKP saat melakukan fumigasi dari dermaga pelabuhan sampai ke dalam kapal MV Wavemastwe 6.

Fumigasi tersebut dilakukan setelah salah satu penumpang terindikasi virus corona.

Sebelum dilakukan Fumigasi, delapan orang anak buah kapal (ABK) langsung diisolasi ke Asrama Haji untuk dikarantina dan dicek kesehatannya.

"Sesuai dengan prosedur, kapal ini (MV Wavemaster 6) harus di fumigasi, setelah diketahui adanya penumpang diduga terindikasi virus corona," kata seroang petugas KKP.

Sementara itu, katanya, delapan ABK MV Wavemastwr 6 diisolasi sementara di Asrama Haji Batam.

"Delapan ABK diisolasi ke Asrama Haji untuk diperiksa kesehatannya, apakah terindikasi virus corona atau tidak," katanya.

Pantauan TribunBatam.id, para petugas KKP dengan mengenakan pakain khusus melakukan fumigasi mulai dari dermaga pelabuhan sampai ke dalam kapal.

Petugas membawa peralatan, semua ruangan dalam kapal di semprot cairan.

Sebagian petugas pelabuhan tidak diperbolehkan masuk ke dalam kapal jika tidak mengenakan pakaian khusus.

Dikarantina ke Asrama Haji

Petugas medis membawa enam awak ferry untuk diperiksa kesehatannya di RSUD Embung Fatimah, Kamis (30/1/2020).

Delapan awak kapal dibawa ke Asrama Haji untuk diperiksa kesehatannya apakah terindikasi virus corona atau tidak.

Karena sehari sebelumnya, salah satu penumpang langsung dibawa ke Asrama Haji karena diduga terindikasi virus corona.

Ke delapan ABK itu diangkut mobil dinas dengan plat BP7074 C. Sejumlah ABK itu pun di isolasi melalui jalur khusus di pelabuhan dan dikawal petugas kesehatan pelabuhan dan pihak keamanan.

Hingga saat ini belum ada penjelasan resmi yang dikeluarkan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan.

Kepala Dinas Kesehatan Kepri Tjetjep Yudiana membenarkan adanya delapan awak Ferry MV Wavemaster 6 diobservasi.

Para awak kapal diobservasi karena ferry sempat mengangkut penumpang suspect virus Corona.

MV Wavemaster 6 sebelumnya menjalani rute pelayaran Singapura ke Batam.

"8 orang ABK ini temannya yang satu itu, kenapa diobservasi, agar memastikan dalam pemeriksaan tim medis, karena satu kapal mereka," katanya, Kamis (30/01/2020) saat tinjauan bersama Plt Gubernur Kepri Isdianto di Pelabuhan Internasional SBP Tanjungpinang.

Dinkes Batam Pastikan Pasien yang diisolasi di RSBP Batam Negatif Virus Corona

Ia menegaskan, seluruh ABK tersebut hingga saat ini belum ada hasil apakah terjangkit virus corona atau tidak.

"Memang gejalanya ada demam, batuk, dan sesak nafas. Perlu diingat ya, gejala ini tidak bisa langsung memvonis kalau penderita virus itu," tegasnya.

Ia juga menyampaikan, kepada masyarakat Kepri agar tidak cemas akan hal tersebut.

"Jangan takut kalau ada gejala yang disebutkan tadi. Kenapa harus dilakukan observasi. Inilah bentuk kewaspadaan pemerintah," sebutnya. (TribunBatam.id/Alamudin/Bereslumbantobing/Zabur Anjasfianto)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved