VIRUS CORONA

Kisah Dokter, Tanpa Jeda Bekerja Dikelilingi Pasien Batuk Terinjeksi Virus Corona, Mengharukan

Dokter juga tengah menjalani giliran jaga malam, di mana terdapat 150 pasien tengah mengantre untuk mendapat perawatan.

Kisah Dokter, Tanpa Jeda Bekerja Dikelilingi Pasien Batuk Terinjeksi Virus Corona, Mengharukan
Youtube CGTN
Kisah Dokter, Dikelilingi Pasien Batuk Terinjeksi Virus Corona dengan Alat Medis Seadanya Bikin Haru 

#Kisah Dokter, Tanpa Jeda Bekerja Dikelilingi Pasien Batuk Terinjeksi Virus Corona, Mengharukan

TRIBUNBATAM.id - Petugas medis, perawat dan dokter di China terus berupaya serius menangani para pasien virus corona yang jumlahnya makin hari makin meningkat signifikan. 

Korban meninggal akibat virus corona Wuhan terus bertambah hingga saat ini.

Wabah virus corona yang menjangkiti hampir 12.000 orang di China sejak Desember 2019 menghadirkan kisah tak hanya dari mereka yang diisolasi.

Namun juga dokter dan perawat yang menjadi ujung tombak untuk merawat para pasien, di mana mereka mengalami penyiksaan hingga bekerja berlebihan.

Seperti yang dialami oleh dokter di Wuhan, kota asal penyebaran virus corona.

Dia mengaku belum pulang ke rumah selama dua pekan.

Selain itu, dia juga tengah menjalani giliran jaga malam, di mana terdapat 150 pasien tengah mengantre untuk mendapat perawatan.

Kisah Dokter, Dikelilingi Pasien Batuk Terinjeksi Virus Corona dengan Alat Medis Seadanya Bikin Haru
Kisah Dokter, Dikelilingi Pasien Batuk Terinjeksi Virus Corona dengan Alat Medis Seadanya Bikin Haru (Youtube CGTN)

"Seluruh pasien gelisah. Beberapa orang bahkan menjadi putus asa karena harus menunggu hingga berjam-jam," ucapnya dikutip SCMP Sabtu (1/2/2020).

Dia mengaku sangat khawatir sebab dia mendengar, salah satu pengantre yang terlalu lama menunggu sudah mengatakan siap menikam tim medis.

"Saya begitu gelisah. Membunuh kami tidak akan mengurangi jumlah antrean, bukan?" kata dokter yang tidak disebutkan namanya itu.

Kekhawatirannya beralasan. Sebab pada Rabu (30/1/2020), dua dokter di Rumah Sakit Keempat Wuhan dilaporkan disiksa oleh salah satu keluarga pasien.

Bahkan berdasarkan laporan harian China Beijing Youth Daily, pakaian pelindung salah satu dokter itu dirobek di area yang terinfeksi.

Dokter itu melanjutkan, emosi publik menjadi labil karena rumah sakit sudah mencapai kapasitas maksimum sejak infeksi virus corona menjadi masif pada awal Januari.

"Banyak yang tidak mendapat tempat tidur. Namun apa yang bisa kami lakukan?" tanyanya seraya menambahkan, tim medis begitu kelelahan.

Sebab mereka bekerja tanpa henti. Bahkan di tengah malam, jam kerja mereka begitu padat. "Kami dikelilingi pasien yang terus batuk di samping kami," ungkapnya.

Halaman
123
Editor: Aminudin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved