VIDEO - Kongres PAN Ricuh, Kursi Berterbangan Hingga Jenderal Polisi Terpaksa Lari ke Dalam
Suasana panas mewarnai jalannya kongres V Partai Amanat Nasional (PAN) di Kendari, Sulawesi Tenggara.
TRIBUNBATAM.id - Suasana panas mewarnai jalannya kongres kongres V Partai Amanat Nasional (PAN) di Kendari, Sulawesi Tenggara.
Suara teriakan sampai dengan aksi lempar-lemparan kursi terjadi di ruang sidang di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (11/2).
Tokoh-tokoh senior PAN duduk di barisan depan, yakni Amien Rais, Hatta Radjasa, Soetrisno Bachir, serta para calon ketua umum, yakni Zulkifli Hasan, Mulfachri Harahap, Asman Abnur, dan Dradjad Wibowo.
Namun, di tengah sidang sedang berlangsung tiba-tiba massa mulai ricuh. Terjadi aksi saling dorong, hingga kursi melayang. Para penjaga langsung menghampiri para tokoh senior PAN.
"Zulkifli Hasan," teriak para pendukung Caketum Zulkifli Hasan. "Mulfachri-Hanafi menang," saut dari kubu berlainan.
Tak lama berselang sejumlah aparat kepolisian yang dipimpin Kapolda Brigadir Jenderal Polisi Merdisyam memasuki arena sidang. Mereka memisahkan antar peserta kongres PAN yang saling gontok-gontokan.
Zulkifli menenangkan para peserta dan meminta tak saling melempar kursi. "Saudaraku... Saudaraku..., duduk di kursi masing-masing. Lempar-lempar setop, cukup... cukup...," ujar Zulhas.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kursi Melayang di Arena Kongres PAN, Jenderal Polisi Terpaksa Masuk Ruang Sidang, https://www.tribunnews.com/nasional/2020/02/11/kursi-melayang-di-arena-kongres-pan-jenderal-polisi-terpaksa-masuk-ruang-sidang
Sebelumnya Kericuhan sempat terjadi pada acara Kongres ke V PAN yang diadakan di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin, (10/2/2020).
Menanggapi hal tersebut Calon Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan menanggapi santai dan memaklumi terjadinya kericuhan saat kongres.
Dikutip TribunWow.com dari tribunnews.com, Senin (10/2/2020), kericuhan terjadi bermula dari peserta dari kubu calon Ketua Umum PAN Mulfachri Harahap yang meminta kongres diboikot dan menutup pendaftaran dari Kongres ke V PAN.
Massa Ricuh Jelang Kongres PAN di Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (10/2/2020). (Tribunnews.com/Dennis Destryawan)
Zulkifli Hasan atau akrab disapa Zulhas, menjelaskan kericuhan yang terjadi saat kongres merupakan perwujudan praktik demokrasi yang nyata dalam tubuh partai PAN.
"Berjalan baik walaupun ada dinamika, karena memang PAN ini beginilah partai yang sangat demokratis," katanya.
Ia kemudian menyinggung kericuhan yang juga pernah terjadi di Kongres ke IV PAN yang berlangsung di Bali.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/11-2-202-kongres-pan-memanas.jpg)