EKSPOS POLDA KEPRI

Diduga Bawa Kabur Anak Majikan, 2 Pembantu Terancam 7 Tahun Mendekam di Penjara

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri, Kombes Pol Arie Dharmanto mengatakan, 2 pembantu diduga menculik anak majikan terancam 7 tahun di penjara.

Diduga Bawa Kabur Anak Majikan, 2 Pembantu Terancam 7 Tahun Mendekam di Penjara
TribunBatam.id/Alamudin Hamapu
Ungkap kasus dugaan penculikan dan penampungan TKI ilegal di Mapolda Kepri, Kamis (13/2/2020). 

BATAM,TRIBUNBATAM.id - Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri, Kombes Pol Arie Dharmanto mengatakan, pelaku TKI Ilegal terancam dijerat pasal 81 dan 83 Undang Undang Republik Indonesia nomor 18 tahun 2016 tentang perlindungan pekerja Migran Indonesia.

Menurut Arie, Pelaku yang mengambil keuntungan untuk memperkerjakan TKI secara ilegal dijerat dengan ancaman paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp. 15.000.000.000,00 ( lima belas miliar rupiah).

Dalam konferensi pers di Mapolda Kepri terungkap, dua orang wanita itu diringkus karena diduga menculik anak majikannya dari Jakarta Utara dan dibawa ke Batam.

Upaya itu kemudian digagalkan Datasemen Brimob dengan menggerebek lokasi dua wanita tersebut di kawasan Sagulung, Rabu (12/2/2020).

Dari penggerebekan itu, diketahui tempat tinggal para terduga pelaku merupakan tempat penampungan TKI/PMI yang akan dipekerjakan secara ilegal luar negeri.

"Untuk kedua orang wanita terduga penculikan di jerat dengan Pasal 332 ayat 1 KUHP dengan ancaman penjara maksimal tujuh tahun, ujarnya, Kamis (13/2/2020).

Dalam ekspos di Polda Kepri itu, polisi mengamankan 3 Paspor, 1 unit ponsel, 1 Buku Tabungan, 4 lembar bukti penarikan uang di ATM dan 2 Kartu ATM.

Sementara kedua orang pembantu rumah tangga yang dihadirkan dalam ungkap kasus itu membantah bahwa mereka telah melakukan penculikan terhadap anak majikannya

"Kami tidak menculik dia (anak majikan) dia yang ajak dan menunjukkan jalan kami kabur dari rumah bos," ujar kedua orang itu.

Menurutnya, mereka anak majikannya kabur karena kerap diberi makanan basi dan diperlakukan tidak manusiawi .

"Dia (anak majikan) juga disuruh kerja seperti kami makan dia ajak kami untuk kabur," ucap seorang terduga pelaku lainnya.

Mereka berdua juga menceritakan kedatangan ke Batam setelah kabur dari Jakarta menuju Surabaya, dari Surabaya merek menuju Batam dengan kapal ke Batam.(Tribun Batam/Alamudin)

Penulis: Alamudin Hamapu
Editor: Septyan Mulia Rohman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved