Panah Beracun Menancap di Dada Supriadi, Sempat Dilarikan Kerumah Sakit Tapi Nyawanya Tak Tertolong
Korban meninggal dunia adalah Supriyadi alias Nasib (55) warga Jalan Turnojoyo Gg Bersama, Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Seituan.
TRIBUNBATAM.id - Seorang Pria tewas setelah dadanya terkena panah beracaun ketika bentrok.
Bentrok tersebut terjadi karena perselisihan dan perebutan masalah lahan garapan.
Korban yang diketahui bernama Supriyadi tewas setelah berada di Rumah Sakit.
• Balita 4 Tahun Tewas Dipatok Ular, Sempat Jalani Perawatan Selama 5 Hari
• KECELAKAAN, Pelatih Real Madrid Tabrak Mobil Orang, Zinedine Zidane Justru Diajak Selfie
• Viral Video Siswi SMP di Bully, Kini Muncul Foto 3 Pelaku yang Tertunduk Lesu
Bentrok terjadi di lahan garapan Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percutseituan, Rabu (12/2/2020).
Dikabarkan satu orang meninggal dunia setelah terkena tusukan panah.
Korban meninggal dunia adalah Supriyadi alias Nasib (55) warga Jalan Turnojoyo Gg Bersama, Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Seituan.
Dalam bentrok tersebut, korban disebut terkena panah beracun saat kejadian.
Dari beberapa sumber yang didapat, pertikaian antara pelaku dan korban diduga dipicu masalah penanaman pohon pisang di lahan garapan Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Seituan, Rabu siang.
Korban saat itu menegur pelaku terkait menanam pohon pisang di areal yang diklaimnya.
Tak disangka, diduga tersinggung soal teguran, pelaku langsung membentak dan membidikkan anak panah ke dada korban.
Diduga berawal dari kejadian tersebut, hingga memicu bentrokan.
Terkait luka yang dialami korban yang dikabarkan mendapat perawatan medis di RSUP H Adam Malik Medan, Kassubag Humas RSUP Haji Adam Malik Rosario Dorothy Simanjuntak, membenarkan bahwa pasien mendapat pertolongan medis di rumah sakit milik pemerintah tersebut.
"Benar namun sudah meninggal dunia.
Rencananya jenazah korban akan dibawa (pihak keluarga), ini lagi proses," katanya.
Terpisah, terkait bentrok tersebut, Tribun Medan mencoba meminta keterangan Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Aris Wibowo melalui WhatsApp.
Ia mengatakan hingga kini masih dalam proses Lidik.
"Kami masih melakukan penyelidikan," katanya.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait cekcok yang berujung kematian tersebut.
(mft/tribun-medan.com)
Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Terkena Panah Beracun di Lahan Garapan, Supriyadi Meninggal di RSUP Adam Malik