VIRUS CORONA

Dampak Virus Corona, Perusahaan di Batam Terancam Kehabisan Bahan Baku, Pekerja Rawan Dirumahkan

Akibat virus Corona, perusahaan di Batam terancam kehabisan bahan baku. Bila tidak segera selesai maka karyawan bisa dirumahkan

TRIBUNBATAM.ID/ALAMUDIN HAMAPU
Ketua Apindo Kepri Cahya menjabarkan virus Corona bisa mengancam ekonomi Batam 

Cahya berharap Singapura segera bisa mengatasi virus ini.

Data terbaru terdapat 58 warga dinyatakan terpapar virus Corona.

Berpikir keras

Pengamat ekonomi di Batam Suyono Saputro memandang persoalan virus Corona merupakan persoalan serius bagi ekonomi.

Kini virus Corona sudah menyebar di China.

Selain larangan bagi orang utk bepergian keluar daratan, seluruh barang komoditi dan bahan baku untuk keperluan industri juga tidak boleh keluar. Apa dampaknya bagi Batam?

Industri manufaktur yang mengandalkan pasokan material dari China harus berpikir keras mencari alternatif sumber pasokan yang sama murah dan kualitasnya.

Atau, jika tidak, terpaksa industri gulung tikar atau shutdown sementara waktu.

"Lain sektor industri lain pula sektor perhotelan. Turis China yang selalu meramaikan arus kunjungan wisatawan ke Batam juga terhenti akibat larangan bepergian. Akibatnya, okupansi hotel anjlok hingga 30%. Tidak hanya turis China, turis Singapura dan negara lain juga terhenti," ujarnya.

Lain lagi cerita sektor jasa perdagangan dan ritel.

Mal di Batam juga sepi karena turis berkurang dan masyarakat lokal yg juga menghindari berada dalam ruangan tertutup, takut tertular virus.

Ini belum diperparah oleh mata uang asing yg terus melemah.

Bagaimana seandainya dalam 3 bulan kondisi ini tidak kunjung membaik?

"Sektor-sektor yang saya sebutkan di atas yang akan merasakan dampak negatifnya. Sudah pasti karena industri tutup, hotel sepi, mall sepi, banyak karyawan terpaksa dirumahkan. Jika ini terjadi, pertumbuhan ekonomi Batam pada kuartal pertama 2020 ini bs jadi diprediksikan merosot tajam," ujarnya.

Kondisi di Singapura

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved