BATAM TERKINI

JADI Korban Kejahatan, Warga Batam Tinggal Tekan Panic Button, 5 Menit Polisi Tiba di Lokasi

Untuk merespon cepat kejadian atau laporan masyarakat Ditreskrimum Polda Kepri dalam waktu dekat ini akan merilis aplikasi panic button.

JADI Korban Kejahatan, Warga Batam Tinggal Tekan Panic Button, 5 Menit Polisi Tiba di Lokasi
TRIBUNBATAM.id/ALAMUDDIN HAMAPU
Direktur Kriminal Umum Kombes Pol Arie Dharmanto saat Menunjukan dan menjelaskan Aplikasi Panic Button, Sabtu (15/2/2020) 

Minta Tolong Saat Ada Kejahatan, Warga Batam Tinggal Tekan Panic Button, 5 Menit Polisi Tiba di Lokasi

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Untuk merespon cepat kejadian atau laporan masyarakat Ditreskrimum Polda Kepri dalam waktu dekat ini akan merilis aplikasi panic button.

Perihal aplikasi panic button tersebut disampaikan oleh Dirkrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto sebagai bentuk respon cepat kepada masyarakat atas kejadian atau laporan masyarakat.

Arie yang didampingi Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt menjelaskan, aplikasi panic button, nantinya diharapkan bisa sebagai respon cepat terhadap kejadian atau permasalahan kriminal yang dialami oleh pengguna.

"Untuk laporan masyarakat apa saja, baik itu kejadian atau permasalahan lain," ujar Arie.

Diterangkan Arie, aplikasi daring 'Panic Button' jika diaktifkan atau ditekan tombol darurat oleh pengguna yang dalam keadaan darurat maka anggota Ditreskrimum Polda Kepri yang paling dekat akan langsung menuju ke lokasi kejadian.

"Masyarakat yang dalam keadaan dijambret atau dalam keadaan darurat perkiraan dalam waktu 5 menit tim dari Opsnal krimum akan sampai di lokasi," ujarnya.

Sehingga jika  ada kejadian seperti penjambretan atau perbuatan kriminal lain menurut Dirkrimum Polda Kepri bisa ditangani dalam waktu kurang lebih 30 menit.

"Nantinya setiap anggota Ditreskrimum Polda Kepri akan menggunakan aplikasi tersebut, jika ada laporan dari masyarakat maka yang paling dekat dengan lokasi pengguna panic button akan langsung ke TKP, sehingga kejahatan bisa cepat ditangani," jelas Arie, Sabtu (15/2/2020)

Untuk keakuratan lokasi kejadian atau penggunaan aplikasi yang mengaktifkan panik button, dijelaskan Arie, tidak akan terlalu sulit di akses oleh anggotanya, karena pihaknya telah bekerjasama dan mensinkronkan dengan Google Maps.

Saat ditanya kesiapan aplikasi yang di klaim dapat merespon keadaan darurat penggunanya itu, Arie mengatakan sejauh ini aplikasi tersebut sudah mencapai 85 persen.

"Untuk launching kita targetkan sebelum pemilihan kepala daerah serentak mendatang," katanya.

TERTANGKAP di Batam, Korban dan Pelaku Penculikan Anak di Bawah Umur Dibawa ke Jakarta

Aplikasi Panic Button bertujuan untuk penanganan pertama di Tempat Kejadian Perkara.

Untuk tahap Awal aplikasi Panic Button digunakan oleh anggota Ditreskrimum Polda, tetapi menurut Arie untuk tahap awal sedangkan untuk ke depannya aplikasi daring milik Ditreskrimum Polda Kepri itu akan diterapkan di Satreskrim Polres yang ada di wilayah hukum Polda Kepri(TRIBUNBATAM.id/ALAMUDIN)

Penulis: Alamudin Hamapu
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved