Dampak Virus Corona Singapura Terancam Resesi, Pengusaha di Batam Khawatir

Dampak virus Corona menghantam perekonomian Singapura hingga terancam resesi. Pengusaha Batam pun waswas

Dampak Virus Corona Singapura Terancam Resesi, Pengusaha di Batam Khawatir
tribunnews batam/bobi
Para pencari kerja (pencaker) duduk menunggu lowongan kerja di Aula MPH di Kawasan Industri Batamindo, Mukakuning, Batam, Selasa (10/5/2016). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Dampak virus Corona menghantam perekonomian Singapura.

Singapura terancam resesi.

Nilai tukar dolar Singapura pun melemah, nyaris menembus ke bawah Rp 9.800.

Dolar Singapura melemah 0,07% ke Rp 9.811,24/SG$, berada di dekat level terlemah sejak September 2017. Posisi mata uang Negeri Merlion ini membaik, berada di level Rp 9.840.31/SG$ atau menguat 0,22% di pasar spot, melansir data Refnitiv.

Pemerintah Singapura memangkas proyeksi pertumbuhan ekonominya dari 0,5 persen hingga 2,5 persen, menjadi -0,5 persen hingga 1,5 persen.

Penurunan ini, disebabkan virus Corona yang melanda beberapa negara, termasuk Singapura sendiri.

Target Ekonomi Turun Akibat Virus Corona, Menteri Perdagangan Singapura Khawatir Hal Ini

Singapura Turunkan Target Ekonomi, Teo Siong Seng: Menghentikan Bisnis Bukanlah Solusi

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran dari para pengusaha Batam. Mengingat, perekonomian Kota Batam sangat tergantung dengan Singapura.

Wakil Koordinator HKI Kepri Tjaw Hoeing menegaskan kondisi ini perlu menjadi perhatian karena ekspor terbesar Provinsi Kepri ini berasal dari Singapura.

Sehingga, jika di ibaratkan Singapura batuk saja, maka ekonomi Kepri juga terguncang sedikit.

"Kita pun berharap kasus virus corona ini cepat terselesaikan," ujar Tjaw Hoeing, Selasa (18/2/2020).

Halaman
1234
Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Agus Tri Harsanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved