BATAM TERKINI
KECELAKAAN di Bukit Daeng Batam, Polisi Ungkap Kronologi dan Kondisi Korban Lakalantas
Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Muchlis Nadjar mengungkapkan kronologi dan kondisi korban kecelakaan lalu lintas di Bukit Daeng Batam.
"Positif juga sih, jadi bukan hanya mengingatkan atas kejadian tersebut, tetapi mengingatkan kita juga," kata Ibrahim, pengendara yang melintas.
Berikut ini deretan karangan bunga duka cita untuk Sri Wahyuni
1. Dari Punggowo Mudo

2. Pujakesuma Kepri

3. Yayasan Bumi Majapahit

4. Kendal Boler Community

5. Sragen Community

6. Arek Blitar Community

7. Pawagung Barata dan Baru Klintheng

8. PSHT Rayon Botania

9. Turonggo Satrio Budoyo

10. Sragen Community

Masih banyak lagi karangan buka duka cita dari berbagai paguyuban yang diletakkan di lokasi tabrakan Sri Wahyuni.
Yasinan Bersama
Pelayat mulai berdatangan ke lokasi tempat kejadian Almarhumah Sri Wahyuni menghembuskan napas terakhirnya, akibat ditabrak bus Bimbar.
Pasalnya, pada Kamis (20/2/2020) malam, di tepi jalan Bukit Daeng, lokasi persis kejadian tabrakan itu diadakan tahlilan untuk mendoakan almarhumah.
Pelayat mulai berdatangan sejak pukul 19.30 Wib dan terus bertambah memenuhi bahu jalan Letjen R. Suprapto, Tembesi, Kecamatan Sagulung.
Dengan duduk bersila, pelayat yang datang dari berbagai kalangan itu melantunkan Surat Yasin yang dimaksudkan untuk arwah Sri Wahyuni.
Tampak mulai dari anak muda, ibu-ibu, perkumpulan suku Jawa, organisasi agama dan kepemudaan sampai masyarakat umum mengikuti tahlilan.
Sri Wahyuni, perempuan berumur 24 tahun meninggal dunia pasca tabrakan maut, Senin (17/2/2020) silam.
Almarhumah ditabrak mobil trayek Jodoh-Batuaji yang dikenal warga Batam angkutan Bimbar.
Perempuan yang merupakan karyawan PT. Epson itu rencananya akan menikah pada 22 Februari 2019. Namun hal itu tak terlaksana karena dia harus berpulang.
Anas, perwakilan dari NU yang mengadakan tahlilan mengatakan, tahlil dan doa bersama ini merupakan cara masyarakat bersimpati terhadap Sri dan segenap keluarga yang ditinggalkan, di kampungnya di Magetan.
"Benar mas, acara kecil-kecil saja. Karena kita warga Sagulung dan almarhumah juga tinggal dekat-dekat sana. Jadi kami berinisiatif untuk menggelar doa tersebut," ujarnya.
Anas menjelaskan, dalam acara kirim doa ini, banyak masyarakat yang telah menghubungi untuk bergabung mengenang kepergian Sri. Terutama dari teman-teman sepekerjaannya, masyarakat umum.
"Ada yang dari Ormas, terus dari Paguyubannya Sri dan warga tadi juga sudah ada yang mengkonfirmasi. Tadi sudah ada sekitar 50 orang yang ingin bergabung, siapa tau nanti pas acara bisa bertambah,” kata Anas.
Sebelum dimulai tahlilan, diumumkan bahwa perwakilan agama lain juga turut hadir mengikuti doa bersama.
Pemuda Katholik, Hindu, dan yang lain menunjukkan rasa bela sungkawa melalui kehadirannya. (TribunBatam.id/Ichwan Nurfadillah/ Ardana Nasution/*)