Breaking News:

HUMAN INTEREST

Mimpi Ani & Sukardi Punya Rumah Pupus, Kavelingnya Bermasalah, Sudah Keluar Uang Puluhan Juta

Ani mengaku telah merugi hingga puluhan juta rupiah untuk membeli satu kaveling di lokasi milik PT. PMB itu.

Penulis: Ichwan Nur Fadillah | Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.ID/ICHWAN NUR FADILLAH
Sebuah bangunan berdiri tegak di lokasi lahan milik PT. PMB. Belakangan konsumen yang telah membeli lahan baru tahu lahan ini bermasalah terkait legalitasnya 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Penetapan Komisaris PT. Prima Makmur Batam (PMB), Zazli sebagai tersangka menimbulkan banyak reaksi.

Satu per satu konsumen perusahaan kembali bermunculan. Beberapa dari mereka mengaku tak tercatat dalam data 2.700 konsumen yang dilaporkan kepada Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Republik Indonesia.

Salah satunya Ani, seorang karyawan swasta di Batam.

"Saya baru tahu setelah melihat berita. Saya bahkan tidak mengetahui jika banyak konsumen sudah didata oleh BPKN," ungkapnya kepada Tribun Batam, Rabu (26/2/2020).






Ani mengaku telah merugi hingga puluhan juta rupiah untuk membeli satu kaveling di lokasi milik PT. PMB itu.

Untuk satu kaveling, Ani harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 35 juta.

"Saya sudah bayar Rp 15 juta secara cash ke pihak perusahaan dan sedang dalam upaya menyicilnya hingga lunas. Namun, sekarang sudah tak ada kabar," sesalnya.

BP Batam Tak Pernah Beri Izin, Penjualan Kaveling Oleh PT PMB Dipastikan Ilegal

Saat dimintai kelanjutan cicilan, pihak perusahaan mengelak. Ia bahkan tak dapat menemui petinggi perusahaan untuk memastikan jika kaveling miliknya tak bodong.

"Mereka mendesak saya dengan cara menakut-nakuti jika kaveling sudah laris. 1000 unit katanya sudah terjual, dan tersisa puluhan unit saja," tambahnya.

Saat ditanyakan mengenai legalitas lahan, pihak perusahaan selalu menyebut kepada Ani jika sertifikatnya sedang diurus ke pihak-pihak terkait.

Jika Ani membatalkan pembelian dengan alasan legalitas lahan belum jelas, uangnya tak dapat kembali utuh.

"Hanya 50 persen. Ya sudah, mau tidak mau daripada rugi tetap lanjut. Uang sudah masuk puluhan juta," sambungnya.

Kepada Ani, PT. PMB mengaku sebagai perusahaan ternama di Kota Batam karena telah menggarap banyak lokasi untuk dijadikan Kaveling Siap Bangun (KSB).

Ternyata tak hanya Ani, kakak iparnya pun juga ikut membeli kaveling di sana karena dirasa murah.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved