Kim Jong Un "WARNING" Pejabat Tinggi Jika Virus Corona Infeksi Korea Utara
Dalam pertemuan itu, Kim Jong Un menekankan pencegahan virus corona adalah "masalah krusial dalam negeri" yang membutuhkan kedisiplinan tinggi
TRIBUNBATAM.id - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un, memperingatkan pejabat tingginya bakal ada "konsekuensi serius" jika virus corona menginfeksi negaranya.
Pernyataan itu Kim sampaikan dalam pertemuan Partai Buruh Korea, seperti yang dilaporan kantor berita Korut (KCNA).
Dalam pertemuan itu, Kim Jong Un menekankan pencegahan virus corona adalah "masalah krusial dalam negeri" yang membutuhkan kedisiplinan tinggi.
• Begini Cara Kerja Virus Corona Menjangkiti Manusia, Sudah Menyebar Ke 50 Negara
• Efek Corona IHSG Terkapar, Modal Asing Menguap, BI: Jika Tak Berbuat Apa-apa Perekonomian Terancam
• Viral Aktor Jackie Chan Dikabarkan Terpapar Virus Corona hingga Dikarantina, Begini Fakta Sebenarnya
"Jika sampai virus itu masuk dan menjangkiti Korea Utara (Korut) secara tidak tekendali, bakal ada konsekuensi serius," jelas Kim dikutip AFP, Sabtu (29/2/2020).
Sementara itu, dua petinggi senior, yakni Wakil Ketua Partai Ri Man Gun dan Pak Thae Dok, dipecat dengan unit partainya karena terindikasi korupsi.
Dalam laporan yang beredar, mereka terindikasi terlibat penyuapan yang berkaitan dengan upaya memerangi epidemik tersebut.
Kim menyatakan, dirinya tidak ingin sampai ada laporan warganya terinfeksi virus, dan memerintahkan jajarannya menutup segala peluang bagi penyakit itu masuk.
• Corona Effect, Penjualan Kedai Kopi Waralaba Excelso dan Starbucks di Batam Anjlok
• Kena Hantam Corona, Tiket Pesawat ke Singapura Diobral Murah, ke Batam Diskon 50 Persen
• Dihantui Virus Corona, Pemerintah Arab Saudi Tangguhkan Kedatangan Jamaah Umrah
Pyongyang hingga saat ini masih belum melaporkan satu pun kasus virus yang sudah membunuh lebih dari 2.800 orang, dan menginfeksi 84.000 lainnya.
Segala kebijakan diterapkan untuk menangkal Covid-19, nama resmi penyakitnya, di antaranya melarang turis asing hingga meliburkan tahun ajaran baru sekolah.
Pemerintah memasang pengeras suara yang selalu mengumandangkan bagaimana hidup secara higienis, di mana media pemerintah meminta "kepatuhan absolut" dari warganya.
Para diplomat negara sahabat menuturkan, kebijakan ini "sangat tak terduga", setelah mereka dikunci di dalam kediaman resmi masing-masing.
Sementara negara tetangganya, Korea Selatan, berjibaku dengan penyebaran virus corona yang sampai saat ini sudah menjangkiti lebih dari 2.900 orang.
Duta Besar Jerman menyerukan agar Dewan Keamanan PBB bisa mempertimbangkan upaya melunakkan sanksi demi pertimbangan kemanusiaan.
• Sudah Tiba di Arab Saudi, Pemerintah akan Jemput Jemaah Umrah!
• Sahrul Gunawan Pusing Arab Saudi Hentikan Perjalanan Umrah: Bisa Rugi Miliar Rupiah
• Jemaah Umrah Asal Makassar Terdampar di Malaysia Saat Transit, Tak Bisa Lanjutkan Penerbangan
Dubes Christoph Heusgen mengatakan, dengan pengurangan sanksi tersebut, maka ekspor perlengkapan untuk membantu Korea Utara bisa dilaksanakan.
"Namun, masalahnya saat ini adalah Korut menutup perbatasannya," jelas Heusgen, seusia menggelar pertemuan tertutup dengan Dewan Keamanan PBB, Kamis (27/2/2020).
Heusgen menyatakan Dewan Keamanan PBB meminta agar Pyongyang bisa mengizinkan perlengekapan medis dikirim supaya rakyatnya terlindungi.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jika Virus Corona Infeksi Korea Utara, Kim Jong Un Ancam Bakal Ada "Konsekuensi Serius"