Senin, 4 Mei 2026

TRIBUN WIKI

Mengenal Asal Usul Congklak, Permainan Tradisional yang Mendunia, Ingat Cara Mainnya?

Congklak adalah suatu permainan tradisional yang dikenal dengan berbagai macam nama di seluruh Indonesia. Permainan tradisional ini ternyata mendunia.

Tayang: | Diperbarui:
https://cdn-u1-gnfi.imgix.net/post/large-congklak-f36b95f92d7fb033ea41a6737aaa4e37.jpg
Mengenal Asal Usul Congklak, Permainan Tradisional yang Mendunia, Ingat Cara Mainnya? 

TRIBUNBATAM.id, BATAM -  Congklak adalah suatu permainan tradisional yang dikenal dengan berbagai macam nama di seluruh Indonesia.

Biasanya dalam permainan, sejenis cangkang kerang digunakan sebagai biji congklak dan jika tidak ada, bisa juga menggunakan biji-bijian dari tumbuh-tumbuhan dan batu-batu kecil.

Di Jawa, permainan ini dikenal dengan nama congklak, dakon, dhakon atau dhakonan.

TRIBUNWIKI - Daftar Lengkap Susunan DPRD Batam 2019-2024

Di beberapa daerah di Sumatra yang berkebudayaan Melayu, permainan ini dikenal dengan nama congkak.

Di Lampung, permainan ini lebih dikenal dengan nama dentuman lamban, sedangkan di Sulawesi permainan ini lebih dikenal dengan beberapa nama: Mokaotan, Maggaleceng, Aggalacang dan Nogarata.

Permainan ini di Malaysia juga dikenal dengan nama congkak, sedangkan dalam bahasa Inggris permainan ini disebut Mancala.

ASAL USUL

Congklak atau dakon merupakan permainan tradisional anak-anak yang populer di Jawa.

Congklak dimainkan oleh segala umur, baik laki-laki mapun perempuan.

Menurut AJ Resink-Wilkens dalam Het Dakonspel (Permainan Dakon), dakon biasa dimainkan anak-anak perempuan dari kalangan bangsawan.

Menurut James Dananjaya dalam Folklor Indonesia, permainan ini tersebar luas di Asia dan Afrika, yang terkena pengaruh kebudayaan Islam.

Di Srilanka namanya canka, di Semenanjung Melayu disebut conkak, di Filipina cunkayon, dan di Afrika mankala.

Sementara dalam Nusa Jawa Silang Budaya: Jaringan Asia, Dennys Lombard menyebut permainan ini sama dengan mangala yang terdapat di berbagai tempat lain di Samudera Hindia, Madagaskar, dan Turki, setidaknya sejak abad ke-17.

Dakon, menurut Lombard, berasal dari kata daku atau saya, yang mengesankan penonjolan ego. Ia merupakan contoh terbaik dari permainan tradisional yang non kompetitif.

Tujuannya untuk menghibur melalui hubungan timbal-balik yang menenangkan, bukan merangsang sebuah persaingan ilusi.

Sumber: TribunnewsWiki
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved