TRIBUN WIKI
Mengenal Asal Usul Congklak, Permainan Tradisional yang Mendunia, Ingat Cara Mainnya?
Congklak adalah suatu permainan tradisional yang dikenal dengan berbagai macam nama di seluruh Indonesia. Permainan tradisional ini ternyata mendunia.
Ketika orang Eropa memainkannya untuk pertama kali, dengan terkejut mereka menyadari bahwa permainan ini berbeda dari “dam-daman” (catur Jawa); tujuan permainan tersebut bukanlah untuk “menang.”
Peraturan permainan ini dibuat sedemikian rupa sehingga permainan dapat berlangsung berjam-jam dan hanya sekali-kali terhenti karena kekalahan (yaitu, habisnya biji di dalam lubang tertentu) oleh salah satu pemain.
Bukti arkeologis mengenai permainan ini ditemukan dalam ekskavasi di Panjunan, Banten, pada 1983 yakni berupa Bidak Congklak Terakota.
Pada masanya situs ini merupakan pabrik tembikar.
Bidak Congklak Terakota yang terbuat dari tanah liat tersebut kini menjadi koleksi Museum Nasional.
Artefak tanah liat yang dikategorikan sebagai kebutuhan sekunder antara lain berupa barang permainan seperti congklak.
Tinggalan arkeologis pada masa prasejarah (megalitikum) berupa batu monolit juga disebut batu dakon, mengambil sebutan dari bidak permainan dakon karena kemiripannya.
Batu Dakon biasanya berdampingan dengan menhir.
• Lokasi Abu Kematian Freddie Mercury Sampai Kini Masih Rahasia, Benarkah Lokasinya di Daerah Ini?
Menurut arkeolog Agus Aris Munandar, ada dua pandangan mengenai
fungsi Batu Dakon.
Kalangan ahli prasejarah beranggapan lubang di batu itu berfungsi sebagai altar sesajian seperti kembang-kembangan atau biji-bijian.
Kalangan lainnya beranggapan fungsinya sebagai proyeksi peta bintang seperti di dataran tinggi India.
Belum diketahui apakah Batu Dakon punya pertalian dengan permainan dakon, hal ini masih perlu penelitian lebih lanjut.
CARA BERMAIN
Permainan congklak dimainkan oleh dua orang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/congklak.jpg)