Rabu, 22 April 2026

PILKADA BATAM

DPC PKS Menanti Rekomendasi Nama dari DPP untuk Pilwako Batam

Pengurus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menanti keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS terkait nama yang diusung dalam Pilwako Batam.

Istimewa
Logo Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Pengurus PKS di Batam menanti rekomendasi nama termasuk arah koalisi dalam Pilwako Batam. 

Seperti diketahui, Partai Nasdem merupakan pengusung Wali kota dan Wakil Wali kota Batam, Muhammad Rudi dan Amsakar Ahmad.

Tidak hanya dua partai politik itu, sejumlah partai politik lain diketahui makin intens melakukan komunikasi untuk menghimpun kekuatan untuk bertarung di pesta demokrasi 5 tahun sekali itu.

Reaksi PKS Soal Banjir Jakarta, Mardani Ali Sera: Mas Anies Nyuwun Sewu

PILKADA BATAM - Golkar Belum Beri Keputusan, Ruslan Ali Wasyim Masih Menunggu dan Irit Komentar

Pasangan Calon Independen Batam

Setelah mengetahui berkas dukungan jalur perseorangan Rian-Yosi kurang 709 lembar, relawan Batam Baru harus bekerja keras melengkapi kekurangan dalam waktu semalaman.

Bakal calon jalur perseorangan Pilwako Batam 2020 Rian-Yosi mengutarakan, tim relawannya harus berjibaku melengkapi berkas dukungan di menit-menit akhir penutupan.

Saat menggelar konferensi pers dengan awak media Batam di G-Coffee, Pasir Putih, Batam Kota, Selasa (25/2/2020) Rian sempat membagikan menit-menit ketegangan yang dia dan tim Batam Baru alami.

"Kami punya banyak tim, jumlahnya ada puluhan. Begitu jam 04:00 WIB, Minggu (23/2/2020) kami diberikan informasi kalau ada kekurangan 700 KTP. Saya sedang tak di tempat, dan dapat laporan itu langsung bergegas bekerja lagi," kata Rian yang mengenakan kemeja biru saat itu.

Rian menganalogikan kisah membenahi arsip dalam semalam seperti dongeng terjadinya Gunung Tangkuban Perahu, Lembang, Jawa Barat.

"Print lagi, tanda tangan lagi, fotocopy lagi. Jadi ini ibaratnya seperti cerita Tangkuban Perahu di Jawa Barat, langsung jadi dalam semalam suntuk, kami semua bekerja," kenangnya.

Rian menceritakan kejadian Minggu (24/2/2020) itu berlangsung intens dan menegangkan.

Kala Rian mengingat malam itu banyak kejadian yang sangat lucu jika diingat. Mulai dari timnya yang tak saling berbicara karena serius bekerja.

Ditambah lagi printer yang tiba-tiba ikut macet menambah kepanikan, belum lagi kata Rian tempat fotocopy yang menjadi langganan sempat tutup.

"Saking tegangnya suasana malam itu, satu sama lain nggak ada saling ngomong. Printer pun tiba-tiba macet, dan tempat fotokopi yang biasanya buka, malam itu malah tutup. Jadi kami itu benar-benar berjibaku sampai last minute," ujar Rian.

Banyak drama yang Rian alami saat penyerahan berkas dukungan, dia mendeskripsikan bagai drama dari negeri Ginseng yang dia, Yosi, dan timnya alami.

Bahkan, penyerahan berkas Rian dan Yosi benar-benar dilakukan di menit akhir tenggat waktu sebelum penutupan.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved