Selasa, 2 Juni 2026

BATAM SIAGA CORONA

Petugas Kesehatan Lacak Supir Taksi Online di Batam, Sempat Antar Korban Terjangkit Virus Corona

Setelah Petugas memutuskan untuk mengkarantina warga Batam, kali ini menjadi pertanyaan bagai mana sopir taksi online yang membawa para korban.

Tayang:
Editor: Eko Setiawan
TRIBUNBATAM.id/Ganjar Witriana
Titik Penjemputan Taksi Online di Batam 

Mediasi Berlangsung Alot, 11 Orang Warga Batam Resmi Dikarantina di Asrama Haji Batam Centre

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Setelah Petugas memutuskan untuk mengkarantina warga Batam, kali ini menjadi pertanyaan bagai mana sopir taksi online yang membawa para korban.

Menurut Kepala Dinas kesehatan kota Batam, pengemudi Online yang mengantarkan CSS sedang dilacak.

Kemudian mereka akan diperiksa juga.

Akibat adanya penolakan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepri memutuskan untuk kembali memindahkan lokasi karantina terhadap 11 orang warga Batam, Senin (2/3/2020).

Semula, 11 orang ini akan dikarantina di rumah VP (37), warga Singapura positif terjangkit virus Corona. Namun akhirnya resmi dibawa ke Asrama Haji Batam Centre.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Dinkes Kepri, Tjetjep Yudiana.

"Iya benar. 9 orang sudah dibawa ke sana," katanya saat dihubungi Tribun Batam.

 KECELAKAAN TUNGGAL, Truk Tangki Tabrak Pohon Pinggir Jalan dan Terbalik, Satu Orang terluka

 Terkait Corona, Lokasi Observasi 11 Warga Batam Pindah Lagi ke Asrama Haji, Ini Sebabnya

 Belasan Tahun Gadis Ini Jadi Budak Nafsu Seorang yang Terpandang, Kini Kondisinya Memprihatinkan

Tarik ulur ini dijelaskannya akibat penolakan saat mediasi dilakukan.

"Kami menghindari itu (protes). Dan Walikota Batam akhirnya memutuskan untuk dibawa ke sana (asrama haji)," sambungnya.

Tjetjep mengungkapkan, dari 11 orang itu dua diantaranya akan menyusul dibawa ke lokasi karantina.

Sebab, si pengemudi transportasi online yang mengantar asisten rumah tangga VP, CSS (39), masih dalam pengecekan.

"Dia (pengemudi yang mengantar CSS) tadinya masih dilacak. Sedang diambil sampel darahnya. Nanti akan menyusul semua masuk ke lokasi," tambah Tjetjep.

Untuk 11 orang ini nantinya akan menjalani masa karantina beberapa hari ke depan.

"Mereka akan dikarantina hingga 8 Maret nanti. Karena mereka terakhir kontak langsung dengan yang positif tanggal 26 Februari lalu," pungkasnya.

Sembilan orang ini adalah CSS serta keluarganya.

Diketahui, keluarga CSS juga sempat menolak jika karantina dilakukan di rumah milik VP. (tribunbatam.id/ichwannurfadillah)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved