BATAM TERKINI

DERETAN Upaya BP Batam Tangani Krisis Air Batam, Salat Istisqa hingga Bersihkan Enceng Gondok

Badan Pengusahaan (BP) Batam mengaku sudah melakukan berbagai cara untuk mengatasi krisis air di wilayah Batam. Apa saja?

TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA dok ATB
Kondisi air baku di waduk Duriangkang semakin surut dan memprihatinkan. ATB telah melakukan berbagai upaya efisiensi pengolahan air, guna meminimalisir dampak minimnya cadangan air baku Kota Batam. Namun, yang paling penting adalah upaya serius pemerintah dalam melaksanakan konservasi air baku. 

Pihaknya sudah memberhasil membersihkan puluhan hektar eceng gondok yang berada di atas air.

"Saya sudah dapat laporan, dipaparkan sudah sekian hektar yang di bersihkan. Tapi eceng gondok yang diatas air. Bukan yang diatas tanah. Kalau yang di pinggir ini, kita berusaha membeli eksavator amfibi long am. Supaya tanahnya dipindahkan diatas semua," katanya.

Penggalian dan pendalaman Dam Duriangkang

BP Batam melakukan penggalian dan pendalaman Dam Duriangkang yang saat ini menjadi pemasok 80 persen warga Batam. Sebagaimana diketahui, kondisi Dam ini sudah sangat memprihatinkan karena stok air kian menyusut.

Rencanakan hujan buatan 

Terkait pembuatan hujan buatan, Rudi tampak meragukan rencana tersebut.

Ia mengkhawatirkan, setelah hujan dibuat, turunnya dinegara Singapura ataupun negara tetangga lainnya.

Oleh sebab itu, rencana membuat hujan buatan ini pun harus melihat fisik awan yang harus mengandung air dan penentuan arah angin.

"Untuk membuat hujan buatan harus dilihat dari kondisi awannya juga. Kalau tak ada tanda-tanda tak ada air tak akan bisa dibuat. Sampai kiamat pun tak akan jatuh-jatuh dia (air hujan). Maka harus ada awan yang mengandung air. Ternyata awan mengandung air pun berisiko juga. Hari ini awannya di atas Batam. Setelah kita mau buat, datang angin, nah awannya dibawa ke Singapura. Hujannya malah ke Singapura," paparnya.

Rationing Atau Penggiliran Air

Rudi mengakui dengan adanya rationing ataupun penggiliran air dapat membantu memperpanjang usia waduk yang ada di Kota Batam.

Sehingga jika hujan diprediksi turun di akhir Maret, metode rationing ini cukup membantu.

"Metode 5 hari on 2 hari off ini sebagai pencegahan. Misalnya perkiraan hujan akan turun di akhir Maret dan April. Dengan adanya metode ini bisa membantu memperpanjangnya waktu habisnya air," tuturnya.

"Terakhir kita minta kepada masyarakat untuk berhemat. Demi kepentingan bersama. Masalah ini sebenarnya sudah dari dulu. Tapi karena ditambah lagi kemarau dan kondisi air hujan berkurang," ujar Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, Rabu (11/3/2020). (TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved