Jumat, 10 April 2026

Lupakan Pandemi Ini Segera Berakhir, Ilmuwan China: Virus Corona Menyerang Selama Dua Tahun

Benua Biru harus mempersiapkan pertempuran melawan virus corona yang dapat berlangsung hingga dua tahun

Malay Mail
Lalu lintas di jalan raya Kualalumpur, Malaysia lengang pascapenguncian (lockdown) secara nasional dilakukan dalam rangka mitigasi penyebaran virus corona. 

TRIBUNBATAM.id - Penyebaran wabah virus corona (Covid-19) begitu cepat di kawasan Eropa.

Di Italia, negara itu menjadi negara terbesar temuan kasus virus corona secara global.

Kota Wuhan di China yang menjadi awal mula ditemukannya virus mencatat penurunan kasus.

Masifnya pergerakan virus corona menjalar ke penjuru dunia, mendapat respons beragam dari para peneliti.  

Seorang ilmuwan China tentang penyakit menular mengatakan, Eropa harus meletakkan gagasan bahwa pandemi Covid-19 akan segera berakhir.

KABAR TERBARU: 43 Ribu Warga China Positif COVID-19 Tanpa Gejala Umum di Wuhan

Miliarder Asal China, Jack Ma Bagikan Dua Juta Masker dan Puluhan Ribu Alat Kesehatan ke Indonesia

Wabah Sedang Mereda di China, Negeri Tirai Bambu Umumkan Impor Kasus Virus Corona dari Indonesia

Sebagai gantinya, Benua Biru harus mempersiapkan pertempuran melawan virus corona yang dapat berlangsung hingga dua tahun.

Melansir South China Morning Post, peringatan tersebut berasal dari Zhang Wenhong, kepala tim ahli klinis Covid-19 Shanghai.

Corona Buat Dunia Kocar-kacir, Beberapa Negara Lockdown, WHO: Itu tak Cukup Mengalahkan Virus

Dia merilis peringatan tersebut ketika negara-negara Eropa, termasuk Italia, Spanyol dan Jerman, mengalami kenaikan tajam dalam jumlah infeksi dan kematian.

Sementara, China tengah bekerja keras untuk mencegah kasus impor corona setelah melaporkan hanya satu kasus domestik baru dalam empat hari terakhir.

Perkembangan Terkini Virus Corona, Selain China, 2 Negara Ini Sudah Persiapkan Vaksin Covid-19

Peneliti China Ungkap Golongan Darah O Rendah Tertular Covid-19, Meski Tak Sepenuhnya Aman

Pemerintah China Kecam Donald Trump yang Menyebut Virus Corona sebagai Virus China

"Akan sangat normal jika virus datang dan pergi, dan berlangsung selama satu atau dua tahun," kata Zhang dalam konferensi video yang diselenggarakan oleh konsulat Tiongkok di kota Düsseldorf, Jerman.

"Saya dapat memberitahu Anda sekarang, lupakan gagasan bahwa pandemi ini akan segera berakhir di Eropa dalam waktu dekat," katanya kepada audiens yang sebagian besar adalah ekspatriat dan mahasiswa Tiongkok. 

BEGINI Langkah Perlindungan Saat Berada di Area Sebaran Virus Corona Versi WHO

Zhang, yang juga direktur departemen penyakit menular di Rumah Sakit Huashan Universitas Fudan di Shanghai, sebelumnya meramalkan epidemi di China akan memuncak antara April dan Juni.

Namun ia memprediksi kasus itu akan jatuh kembali di musim panas, dan kembali secara sporadis melalui musim gugur dan musim dingin, dan memuncak lagi , meskipun mungkin dalam skala yang lebih kecil musim semi berikutnya.

Permintaan Cerai Meningkat di China Semenjak Heboh Virus Corona, Petugas Sempat Kewalahan

100 Pasien Corona Sembuh Total di China, Gunakan Obat Herbal yang Ternyata Tumbuh Subur di Indonesia

Pemerintah China Kecam Donald Trump yang Menyebut Virus Corona sebagai Virus China

Namun, karena wabah ini menjadi pandemi, ia mengatakan tak dapat dihindari kasus corona akan diperpanjang.

"Untuk mengatasi wabah ini dalam waktu singkat, langkah-langkah yang dilakukan harus sangat radikal," kata Zhang, seraya menambahkan bahwa China mampu memaksakan penutupan kota yang luas berkat fakta bahwa wabah awal bertepatan dengan liburan Tahun Baru Imlek, ketika sekolah dan bisnis tetap ditutup.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved