BATAM TERKINI

Komisi II DPRD Batam Panggil Disperindag, Minta Data Stok Sembako di Tengah Wabah Covid-19

Antisipasi menipisnya stok sembako di tengah pandemi Covid-19, Komisi II DPRD Batam memanggil Disperindag minta data stok sembako.

Komisi II DPRD Batam Panggil Disperindag, Minta Data Stok Sembako di Tengah Wabah Covid-19
Putra Yustisi Respaty bersama warga berfoto ria, Minggu (23/09/2018). 
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Putra Yustisi Respaty meminta kepada Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk mengantisipasi menipisnya ketersediaan sembako di tengah situasi pandemi Covid-19.

Bahkan Komisi II DPRD Kota Batam telah menyurati Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), guna meminta data ketersediaan sembako di Batam.
"Jangan meremehkan situasi yang ada. Untuk itu kita minta agar Pemerintah Kota Batam serius dalam mengontrol dan menjamin ketersedian bahan pokok," ujarnya, Kamis (26/3/2020).
Selain itu, pihaknya juga meminta kepada Pemerintah untuk bisa menindak tegas pihak-pihak yang mencari untung di tengah kecemasan atas meluasnya wabah virus corona. 
"Kita juga meminta kepada masyarakat untuk sama-sama membantu kinerja Pemerintah untuk bisa melaporkan jika mengetahui adanya pihak-pihak tertentu mengambil keuntungan yang tidak masuk akal dalam kondisi saat ini," tegas Putra.
Sebelumnya, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menegaskan kebutuhan sembako di Kota Batam aman hingga 2 sampai 3 bulan kedepan. Menurutnya masyarakat tak perlu menimbun sembako di rumahnya dalam jumlah yang banyak.



Ironisnya lagi, di tengah kondisi seperti ini, masker dan hand sanitizer di Batam cukup langka. Menurut Rudi, masyarakat juga tak perlu khawatir tidak menggunakan masker dan hand sanitizer asalkan mengikuti arahan dari Pemerintah Kota (Pemko) Batam.
"Tak perlu khawatir masker dan hand sanitizer langka kalau masyarakat ikut petunjuk pemerintah," ujarnya.
Rudi meminta masyarakat, tak perlu keluar rumah, sehingga tak ada bakteri yang menempel di tubuh. Di rumahpun harus rajin mencuci tangan. 
"Sayangnya masyarakat masih banyak berkumpul di luar seperti nongkronglah, wisatalah," sesalnya.
Di tempat yang sama, Kapolresta Barelang, AKBP Purwadi mengatakan untuk penjualan sembako di Batam masih berlangsung, baik di pasar tradisional ataupun di mal. Hanya saja harus ada pembatasan untuk pembelian. Misalnya penjualan beras hanya 10 kilogram saja. 
"Apabila ada pedagang ataupun masyarakat yang menimbun barang sembako dan melanggar hukum akan kita tindak," ujarnya.
Purwadi juga mengimbau masyarakat tidak perlu panik. Pihaknya sudah mengimbau kepada penjual membatasi barang kepada pembeli setidaknya untuk 2 minggu. 
"Sehingga tak terkesan membuat panik. Kita ada tempatkan beberapa personel di tempat-tempat perbelanjaan. Tapi sementara waktu kita masih mengimbau saja," katanya.
Selain itu, AKBP Purwadi juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan hoaks. Pihaknya tak segan-segan menindak jika ada pemberitaan hoaks.
Terpisah, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan pihaknya akan membuat tim keamanan yang melihat kondisi sembako di lapangan. Sembako kebutuhan di Kota Batam masih sangat tercukupi saat ini. 
"Masyarakat tak perlu panik. Saya sudah dapat informasi dari Disperindag kita," katanya.
Ia menyesalkan jumlah masker dan hand sanitizer saat ini cukup langka. Barang-barang ini sejatinya dibutuhkan untuk pencegahan virus corona di Kota Batam.
"Kita kehilangan sekali. Kalau sembako hanya beberapa orang saja. Sampai 3 bulan kedepan aman. Kita fokus ke penanganan virus ini sesuai pokjanya. Pencegahan, penindakan dan komunikasi dan informasi," katanya. 
(tribunbatam.id / Roma Uly Sianturi)
Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved