Masker Langka dan Mahal, Penjualan di Medsos malah Marak, Disperindag Ingatkan tentang HET

Di tengah Kepri dilanda wabah Covid-19, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepri Burhanuddin menyarankan pedagang tak mengambil kesempatan.

net
Ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepulauan Riau (Kepri), mengingatkan pedagang tak menjual kebutuhan pokok di atas Harga Enceran Tertinggi (HET).

Di tengah Kepri dilanda wabah Covid-19, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepri Burhanuddin menyarankan pedagang tak mengambil kesempatan.

ATURAN BARU! Belanja Sembako Tak Boleh Berlebihan, Cek Daftar Jumlah Maksimal Pembelian per Barang

Apalagi, kata dia, sebentar lagi umat Muslim akan menjalankan ibadah puasa Ramadan disusul Idul Fitri.

"Kami terus ingatkan pedagang, jika ada akan kami tegur dan beri sanksi," ucapnya, baru-baru ini.

Pengusaha Batam Pesan 300.000 Masker dari China, Bakal Dibagikan Gratis dan Dihibahkan ke Pemko

Petugas Rumah Sakit Bongkar Gudang dan Curi 360 Dus Masker Untuk Dijual, Pelaku Ternyata ASN

Desainer Ini Bagikan 1000 Masker Gratis Khusus Bagi Warga Tak Mampu yang Tak Bisa Kerja Dari Rumah

Ia memastikan memberi sanksi pencabutan izin usaha ke pedagang yang jual barang di atas HET.

Sementara itu perdagangan masker di beberapa kawasan yang sejumlah warganya terinfeksi Covid-19, seperti di Batam, Karimun dan Tanjungpinang tidak terkendali.

Anggota DPRD Provinsi Kepri Rudy Chua mendapati, saat ini masker bisa dijual banyak orang yang bukan berasal dari apotek.

Bahkan penjualan masker terjadi di swalayan dan perorangan melalui media sosial (medsos).

TERUNGKAP, Ini Sebab Masker dan Hand Sanitizer Susah Dicari di Tanjungpinang

Anggota Satreskrim Polres Tanjungpinang Datangi Apotek, Pastikan Stok Masker dan Hand Sanitizer

Potret Presiden Jokowi dan Gibran Kenakan Masker saat Jemput Jenazah Sang Ibunda

"Kami sudah mempertanyakan ini ke produsen Masker Sensi. Mereka produksi kemudian menjualnya kepada distributor," ujarnya dikutip dari laman kepriprov.go.id, Kamis (26/03/2020).

Rudy menambahkan, banyak akun Facebook perorangan maupun aplikasi belanja daring ikut-ikutan menjual masker.

Harganya pun sangat mahal mencapai Rp 350 ribu hingga Rp 400 ribu per kotak.

Masker Langka Lagi di Batam, Banyak Stok Habis di Apotek dan Minimarket

"Persoalannya di apotek tidak dijual masker itu. Setiap kali saya ke apotek, masker sudah habis. Ditanya kapan datang masker itu, mereka juga tidak tahu pasti," ujarnya.

Calon Pengantin Tak Siapkan Masker, Kepala KUA Sekupang: Pasokan Kita Terbatas

Rudy mengatakan pengendalian masker perlu dilakukan agar tidak terjadi kelangkaan seperti sekarang ini.

Pemprov Kepri dan pihak rumah sakit sendiri sekarang kesulitan mendapatkan masker, meski benda tersebut sangat dibutuhkan.(*)

Penulis: Irfan Azmi Silalahi
Editor: Irfan Azmi Silalahi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved