TRIBUN WIKI
PENYEBAB dan Gejala Bronkiektasis, Kerusakan Paru-paru yang Tak Bisa Diobati
Bronkiektasis adalah suatu kondisi bronkus dan saluran pernapasan rusak, melebar, dan menebal secara permanen.
Gejala
Gejala bronkiektasis sering kali baru muncul berbulan-bulan atau bertahun-tahun setelah penderita mengalami infeksi saluran pernapasan yang kambuhan.
Gejala yang paling sering muncul adalah:
- Batuk disertai dahak berwarna bening, kuning pucat, atau kuning kehijauan, yang terjadi setiap hari.
- Batuk berdarah.
- Infeksi saluran pernapasan yang kambuhan.
- Sesak napas.
- Mengi atau bengek.
- Nyeri dada.
- Berat badan turun.
- Perubahan bentuk pada ujung kuku jari (clubbing fingers).
Diagnosis
Pada awal pemeriksaan, dokter akan menanyakan gejala yang dialami oleh pasien, misalnya seberapa sering batuk dan apakah batuk disertai dahak.
Dokter juga akan menanyakan obat yang sedang dikonsumsi dan apakah ada penyakit lain yang sedang atau pernah diderita.
Selanjutnya, dokter akan mendengarkan suara di paru-paru pasien menggunakan stetoskop.
Suara napas yang dihasilkan oleh saluran pernapasan penderita bronkiektasis biasanya tidak normal.
Guna mengetahui penyebab bronkiektasis dan menyingkirkan kemungkinan gejala disebabkan oleh penyakit lain, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang yang meliputi:
- Pemeriksaan darah, untuk mendeteksi kemungkinan infeksi.
- Pemeriksaan dahak, untuk mengetahui ada tidaknya bakteri atau jamur dalam dahak.
- Pemeriksaan fungsi paru-paru, menggunakan spirometri.
- Pemeriksaan skrining autoimun, untuk memastikan apakah bronkiektasis disebabkan oleh penyakit autoimun.
- Pemeriksaan sampel keringat, untuk mengetahui kemungkinanan bronkiektasis disebabkan oleh cystic fibrosis.
- Rontgen atau CT scan pada paru-paru, untuk melihat kondisi paru-paru dan saluran pernapasan.
- Bronkoskopi, untuk melihat apakah terdapat sumbatan atau perdarahan pada saluran pernapasan. (TRIBUNBATAM.id/WIDI WAHYUNINGTYAS)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-paru-paru-besih.jpg)