VIRUS CORONA
Curhat Perawat, Alami Diskriminasi Hingga Terpapar Virus Corona Karena Pasien Tidak Jujur
Selain merawat, tak jarang perawat menjalankan tugas tambahan yakni menemani pasien positif covid-19 untuk mendukung mental mereka tetap stabil
TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Saat virus corona atau covid-19 mewabah, tenaga medis adalah garda terdepan dalam menghadapinya.
Namun, masih terjadinya penularan virus corona di tengah masyarakat, membuat para tenaga medis harus terus berjibaku.
Tenaga medis belum bisa bernafas lega jika penyebaran virus ini terus terjadi.
• Pandemi Covid-19 Mengubah Orang Soal Makanan, Di Singapura Pakai Aplikasi, Di Malaysia Ada Barter
• Ngamuk Saat Timnya Kalah, Zlatan Ibrahimovic Ancam Rekan Satu Timnya Jika Bicara Soal Dirinya
• 40 Ucapan Selamat Puasa Ramadan 1441 H yang Bisa Dibagikan di Facebook, WhatsApp dan IG
Bukan hanya soal jumlah pasien positif yang kian meningkat, kurangnya kejujuran pasien dalam memberikan informasi riwayat perjalanan sebelum sakit juga menjadi persoalan yang harus dihadapi mereka.
Sebagai pihak yang paling dekat dengan pasien ketika melaksanakan perawatan, mereka rentan terpapar virus corona yang disebarkan pasien terutama yang tidak memiliki gejala atau bergejala ringan.
"Sudah mulai banyak kasus-kasus yang terjadi dengan kita."
"Beberapa teman ada yang dirawat. Teman-teman yang tertular dari pasien."
"Ada yang tertular karena mungkin ketidakjujuran (pasien)," kata seorang perawat Rumah Sakit Pusat Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso Nurdiansyah seperti dikutip dari keterangan tertulis BNPB, Minggu (19/4/2020).
Sekalipun upaya pencegahan itu telah dilakukan secara ketat, ia menambahkan, potensi untuk terpapar virus ini masih cukup tinggi.
• 5 Pemain Terbaik Indonesia Versi Federasi Sepakbola Asia, Ada Bambang Pamungkas dan Boaz Solossa
• 10 BERITA POPULER Kemarin, Sejarah Penemu Corona Pertama Hingga Cerita Pasien Sembuh dari Covid-19
"Bulan ini kita penuh duka, angka positif dari teman-teman kita semakin banyak, yang meninggal juga," ucapnya.
Tak hanya perawat, di kalangan dokter pun tak sedikit yang juga telah terpapar dan bahkan dinyatakan meninggal dunia akibat Covid-19.
Kasus terbaru, 46 dokter yang bertugas di Rumah Sakit Umum Pusat Kariadi Semarang dinyatakan positif Covid-19.
Mereka diduga tertular dari pasien yang tidak jujur saat berobat.
Pasien itu tidak mengatakan mereka baru saja bepergian dari daerah yang telah ditetapkan sebagai zona merah sebelumnya.
"Ini pembelajaran bagi kita bahwa seorang dokter, perawat, dan tenaga medis lainnya sangat rentan."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/perawat-sukoharjo-meninggal-rs-dr-moewardi.jpg)