Simak Beberapa Kebijakan Isdianto untuk Atasi Dampak Pandemi Covid-19 di Kepri
Sejumlah kebijakan yang diambil Isdianto dalam mengatasi penyebaran wabah Covid-19 di Provinsi Kepulauan Riau.
Penulis: Thom Limahekin | Editor: Thom Limahekin
Jumlah tersebut, sebanyak 43 persen adalah warga Kepri dan 57 persen warga luar Kepri semisal Riau, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa dan lainnya.
Untuk tanggal 1 April 2020 saja, tercatat 1.200 orang TKI yang masuk.
Pelabuhan yang digunakan adalah Pelabuhan Fery Internasional Batam Center, Pelabuhan Fery Harbourbay, Pelabuhan Fery Tanjungpinang dan Pelabuhan Fery Karimun.
• Temasek Foundation Kirim Satu Juta Masker untuk Kepri, Gubernur Isdianto Dukung Daerah Terapkan PSBB
#. Berikan SPP Gratis untuk SMA, SMK dan SLB:
Plt Gubernur H Isdianto juga mengeluarkan kebijakan lain misalnya menggratiskan pembayaran SPP untuk SMA, SMK dan SLB negeri.
Kebijakan tersebut diberlakukan sejak April 2020 hingga tiga bulan ke depan.
Dia kemudian meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri untuk menuntaskan teknis pelaksanaan kebijakan tersebut.
“Kebijakan ini harus langsung dieksekusi.
Kebijakan-kebijakan yang dibuat harus semakin meringankan beban masyarakat, terlebih dalam kondisi saat ini,” kata Isdianto setelah memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Wabah Covid-19, di Ruang Rapat Utama (Rupatama), Pulau Dompak, Kota Tanjungpinang, Minggu (5/4/2020) lalu.
#. Berikan Insentif Bagi Tenaga Medis dan Pelaku Usaha:
Plt Gubernur Kepri, H Isdianto juga fokus membantu tenaga kesehatan yang menangani langsung pasien-pasien terdampak Covid-19.
Dia memberikan insentif untuk dokter, perawat dan tenaga penunjang lainnya.
Bahkan insentif tersebut sudah diserahkan Isdianto secara simbolis.
Dia juga menaruh perhatian pada penanganan dampak ekonomi agar dunia usaha daerah masing-masing tetap hidup.
Fokus itu antara lain pengadaan bahan pangan dan kebutuhan pokok dalam rangka menjaga ketahanan pangan daerah dan menekan dampak panic buying.