TRIBUN WIKI
Sejarah Kalender Hijriah, Penanggalan Umat Islam Berdasarkan Perhitungan Bulan
Kalender Hijriah adalah sistem penanggalan umat Islam yang dihitung berdasarkan perhitungan bulan mengelilingi bumi.
Namun, pada akhirnya berujung pada kesepakatan bahwa awal perhitungan kalender Islam disesuaikan pada awal waktu hijrah Rasulullah dari Mekah ke Yatsrib (Madinah).
Ide ini dilontarkan Ali bin Abi Thalib.
Karena itulah kalender ini kemudian dinamai "Hijriyah".
Perhitungan tanggal bulannya dimulai dari 1 Muharram, walau sebenarnya hijrah terjadi pada bulan Safar.
Bukan tanpa alasan, penetapan Muharram sebagai awal tahun Hijriyah memiliki banyak pertimbangan.
Antara lain, pada bulan itulah Rasulullah bertekad sambil menyusun rencana untuk pindah ke Yatsrib.
Setelah Ramadhan adalah Syawal, Dzulqa'dah, dan Dzulhijjah yang lazim disebut "asyhurul-hajj" atau bulan-bulan haji.
Hal itu mengingat kesibukan persiapan haji telah dimulai sejak Syawal hingga pertengahan Dzulhijjah.
Setelahnya, umat Islam diharap membuka pada bulan Muharram.
Khalifah Umar bin Khattab akhirnya secara resmi menetapkan awal tahun Hijriyah 1 Muharram bertepatan dengan tanggal 15 Juli 622 Masehi yang jatuh pada hari Kamis, sebagaimana disepakati para pakar ilmu hisab.
Selain itu, pergantian hari dalam tahun masehi dimulai pada tengah malam.
Sementara pergantian hari dalam penanggalan hijriah terjadi saat tiba waktu maghrib.
Perbedaan dengan Kalender Masehi
Sistem penanggalan pada kalender Hijriah didasarkan pada perubahan fase bulan, dari bulan penampakan hilal atau bulan sabit tipis ke hilal berikutnya.
Satu periode hilal sama dengan satu periode sinodis Bulan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-muharram.jpg)