Pandemi Global Corona Masih Panjang, Karena Konflik Peran WHO; Trump dan Jinping Batalkan KTT G-20
Sebagai sponsor utama WHO, Amerika merasa punya kewajiban menuntut akuntabilitas penuh atas wabah yang mencurigai keterlibatan China dan WHO
Sekitar 37,2 % Kasus Pandemi Global Covid-19 tercatat di Amerika Serikat. Amerika minta pertaggung jawaban WHO. Di sisi lain, China juga menolak membahas proposal Amerika untuk menyelidiki peran WHO dalam dugaan penyebaran virus global ini.
TRIBUNBATAM.ID, WASHINGTON — Efek ekonomi global pandemi Corona Virus Disease (COVID-19), masih akan panjang.
Ketegangan Amerika Serikat versus China, sepanjang tahun 2019 lalu, ternyata berlanjut ke pertemuan kedua pemimpin G-20.
Rencana konferensi virtual antara pemimpin G20, Sabtu (25/4/2020), tiba-tiba dibatalkan di menit terakhir.
Demikian dilansir South China Morning Post (SCMP) dan CNN, Minggu (26/4/2020) dini hari waktu Indonesia.
Pemicu batalnya rapat pemimpin negera maju ini, karena Presiden Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump, belum menemukan titik kesepakat soal peran WHO di pandemi global COVID-19 ini.
Trump dan Xi,dijadwalkan ikut conferensi video itu, yang digelar Jumat (24/4) malam, atau Sabtu pagi.
China dan Amerika masih berdebat panjang tentang peran organisasi kesehatan dunia (WHO) dalam mitigasi global pandemi yang telah menewaskan lebih dari 190.000 orang di seluruh dunia, termasuk sekitar 50.000 di AS.
Data dari WorldoMeters, Sabtu (25/4) mengkonfirmasikan dari 2,476,100 kasus posotif global, sekitar 929,028 kasus atau (37,51%) kasus positif masih mewabah di 15 dari 50 negara bagian Amerika.
Hingga Minggu (26/4) dini hari, atau 38 hari Covid-19 mewabah di Amerika, data WHO dan John Hopkins University masih mencatat ada tambahan 3,796 kasus baru di Negeri Paman Sam.
.
Sementara China, sudah 27 hari terakhir stagnan di posisi 82,816 kasus dan 4,623 kematian. Dengan 77,346 pasien sembuh sejak lockdown dibuka, 17 April lalu, China optimistis negeranya segera memasuki masa pemilihan dan menyongsong kebangkitan ekonomi.
Dengan pembatalan rapat virtual G-20 ini, Shen Dingli, Profesor hubungan internasional di Universitas Fudan di Shanghai, memprediksi hubungan China-AS telah memburuk secara tajam dan sangat mengkhawatirkan, Masa depan akan menjadi lebih buruk.
“Tiongkok berpikir AS memerintahkan penghentian pendanaan bagi WHO untuk menyingkirkan kepemimpinan yang buruk dalam memerangi virus corona dan mencoba menyalahkan Cina, tetapi AS berpikir bahwa WHO tidak setuju dengan China dan China harus bertanggung jawab atas kerugian besar di AS, ” kata Dingli seperti dilansir SCMP.
Menurut sumber yang terlibat dalam persiapan untuk panggilan video conference tersebut, mengatakan Amerika tetap bersikeras meminta pertanggungjawaban WHO atas kegiatan awalnya dalam menangani wabah coronavirus
Amerika minta pertanggung jawaban WHO.