Pandemi Global Corona Masih Panjang, Karena Konflik Peran WHO; Trump dan Jinping Batalkan KTT G-20
Sebagai sponsor utama WHO, Amerika merasa punya kewajiban menuntut akuntabilitas penuh atas wabah yang mencurigai keterlibatan China dan WHO
Di sisi lain, China juga menolak membahas proposal Amerika untuk menyelidiki peran WHO dalam dugaan penyebaran virus global ini.
KTT G-20 masih dijadwalka dalam waktu dekat.
Namun syaratnya, jika kedua belah pihak menyetujui kompromi atas WHO, atau setidaknya atas kata-kata pada WHO dalam komunike G20.
KTT virtual pertama ppemimpin G20 diadakan 26 Maret lalu.
Arab Saudi yang jadi motor pertemuan kala itu, mengkonfirmasi Trump dan Xi tak ikut berpartisipasi.
Di pertemuan pertama itu, para pemimpin sepakat menempun strategi "apa pun yang diperlukan untuk mengatasi pandemi”.
Di pertemuan virual pertama itu, 20 negara sepakat meluncurkan paket US $ 5 triliun untuk membantu ekonomi global, dalam bentuk pinjaman lunak, termasuk mensubsidi lagi WHO.
Sejak itu, pertikaian tentang peran WHO telah tumbuh sangat tajam antara Beijing dan Washington, yang berpuncak pada Trump yang mengumumkan rencana untuk menunda pendanaan Amerika untuk badan PBB, mengklaim telah mempromosikan "disinformasi" China tentang virus tersebut.
Sebagai sponsor utama WHO, Amerika Serikat memiliki kewajiban untuk menuntut akuntabilitas penuh atas wabah yang mencurigai keterlibatan China dan WHO.
“Pembayar pajak Amerika menyediakan antara US $ 400 juta dan US $ 500 juta per tahun untuk WHO; sebaliknya China menyumbang sekitar US $ 40 juta per tahun, bahkan lebih sedikit, ”kata Trump, Selasa (21/4/2020) lalu.
Jia Qingguo, seorang profesor di Sekolah Studi Internasional di Universitas Peking, mengatakan hubungan AS-Cina telah memburuk selama bertahun-tahun, dan wabah koronavirus telah memperburuk mereka.
"Ini harus menjadi kesempatan bagi kedua negara untuk bekerja sama untuk menanggapi virus, tetapi AS menyalahkan China, dan tanggapan China memberikan alasan untuk mengintensifkan konfrontasi," katanya.
Jia menambahkan bahwa jika Trump terpilih kembali pada November, hubungan antara China dan AS dapat meningkat menjadi konfrontasi habis-habisan.
Sebelumnya pada hari Jumat, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang mendesak AS "untuk tidak melawan komunitas internasional" dengan merusak WHO.
Selain KTT para pemimpin pada akhir Maret, Arab Saudi telah menyelenggarakan serangkaian konferensi virtual yang melibatkan menteri-menteri kesehatan, perdagangan, keuangan, pertanian dan tenaga kerja G20.
Menurut agenda resmi, pertemuan virtual para menteri pariwisata dijadwalkan Jumat, dengan pertemuan virtual lain tentang ekonomi digital dijadwalkan berlangsung pada 4 Mei.
Pertemuan tatap muka para pemimpin G20 dijadwalkan berlangsung di Riyadh pada 21 dan 22 November. (*)