Bandara Tutup Semua Layanan Penerbangan Komersil, AP II dan Maskapai Membidik Bisnis Kargo
Namun demikian PT Angkasa Pura II tetap melayani penerbangan kargo dan sejumlah penerbangan khusus.
Melalui Permenhub tersebut, pemerintah mengizinkan pengangkutan kargo dilakukan maskapai yang mengoperasikan pesawat, dengan konfigurasi penumpang dan wajib memiliki persetujuan.
"Mungkin jika kargo bisa dimuat di kabin pesawat maka itu akan mempercepat loading dan unloading, dibandingkan jika kargo dimuat di lambung pesawat (belly cargo).
Itu membuat keseluruhan proses menjadi lebih cepat," kata Awaluddin.
• Korban Covid-19 Tiba-tiba Hidup Kembali Setelah Dinyatakan Meninggal Dunia
Bandara Angkasa Pura II yang melayani penerbangan pesawat penumpang untuk dioperasikan khusus mengangkut kargo, antara lain Soekarno-Hatta (Tangerang), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Supadio (Pontianak), Husein Sastranegara (Bandung) dan Kualanamu (Deliserdang).
"Jenis kargo yang diangkut misalnya untuk pengiriman e-commerce, berbagai peralatan dan perlengkapan di tengah pandemi dan alkes," ujarnya.
Sepanjang Kuartal I 2020, volume angkutan kargo di 19 bandara PT Angkasa Pura II tercatat rata-rata sekitar 62 ribu ton per bulan.
Adapun di Soekarno-Hatta volume kargo rata-rata mencapai 42.500 ton per bulan.
Soekarno-Hatta merupakan bandara perseroan yang memiliki kapasitas pengelolaan kargo terbesar, mencapai sekitar 600 ribu ton per tahun.
Meskipun demikian volume kargo yang ditangani di Soekarno-Hatta sempat mencapai 760 ribu ton pada 2018.
Saat ini terdapat dua perusahaan afiliasi Angkasa Pura II yang khusus menangani kargo, yakni PT Angkasa Pura Kargo dan PT Gapura Angkasa.
• Heboh Pembagian Nasi Bungkus Berlogo Kepala Anjing, Pemberinya Diamankan dan Beri Klarifikasi
Angkasa Pura Kargo memiliki layanan mulai dari pengiriman dan pengelolaan kargo di kawasan bandara, termasuk distribution center, human remains, excess baggage lalu pengelolaan terkait pergudangan seperti Lini-1 dan Lini-2.
Sedangkan Gapura Angkasa memiliki area pergudangan seluas 8.964 meter persegi di Terminal Kargo Soekarno-Hatta, dilengkapi fasilitas x-ray, CCTV, sistem teknologi informasi terintegrasi dan neraca digital untuk keamanan dan keselamatan kargo.(*)
Artikel ini merupakan kompilasi dari beberapa artikel yang sudah tayang di Tribun Batam dan Antara