Masa Kecil Kim Jong Un, Bocah yang Manja dan Yakin Dirinya Manusia Setengah Dewa
Dalam buku tahun 2019 itu, Fifield mencatat kehidupan masa kecil Kim Jong Un, sebagai seorang anak dan remaja yang dikirim belajar ke Swiss
TRIBUNBATAM.id, PYONGYANG - Sebelum menjadi penerus kekuasaan ayahnya di Korea Utara, Kim Jong Un ternyata sudah disiapkan sejak kecil.
Ia bahkan diperlakukan lebih dari anak-anak lain saat usianya masih 3 atau 4 tahun.
Kim Jong-un sendiri kemudian berubah menjadi anak yang manja dan yakin kalau dirinya manusia setengah dewa.
• Saran Fabio Capello untuk Lautaro Martinez: Kalau Saya Jadi Dirinya, Saya Bertahan di Inter Milan
• Neymar Menangis Setiap Kali Bicara Soal Lionel Messi, Perlakuan Sang Mega Bintang Bikin Haru
• UPDATE Data Corona 50 Negara di Dunia Selasa (28/4), Total 3.064.225, AS 1.010.356, Indonesia 9.096
Hal itu terungkap dari buku biografi yang ditulis Anne Fifield berjudul The Great Successor: The Divinely Perfect Destiny of Brilliant Comrade Kim Jong Un.
Kutipan isi buku Anne Fifield itu dikutip media Inggris, Daily Star, Sabtu (25/4/2020).
Dalam buku yang terbit tahun 2019 lalu itu, Fifield mencatat kehidupan masa kecil Kim Jong Un, sebagai seorang anak dan remaja yang dikirim belajar ke Swiss.
Fifield menggambarkan putra Kim Jong Il dan cucu Kim Il Sung itu adalah "bocah manja" di masa kecil.
"Kontak dengan anak lain jarang terjadi," tulis Fifield.
Ia pun menceritakan ulang tahun ke-8 Kim Jong Un dihadiri orang dewasa berpangkat tinggi, bukan anak-anak seusianya.
Dia rutin memakai seragam militer mini dan orang-orang dewasa para petinggi negara berada di sekitarnya, ungkap Fifield.
Dalam wawancara dengan Vox, Fifield menuturkan, "Dia dibesarkan untuk percaya bahwa dia adalah manusia setengah dewa dari usia 3 atau 4, mungkin selama dia bisa ingat."
Orangtua Kim memastikan kebutuhan anaknya selalu dipenuhi para staf, dengan taman-taman di rumahnya dipenuhi kandang berisi monyet dan beruang untuk hiburannya.
Ruang bermain besar juga dimilikinya, yang mungkin "koleksinya lebih banyak dari toko mainan mana pun di Eropa" sehingga banyak orang menyebutnya taman, demikian yang diberitakan Daily Mirror.
Bahkan ketika rakyat Korea Utara menderita kelaparan, Kim mungkin tidak menyadari kondisi mengerikan yang mereka alami, lanjut Fifield yang kini menjadi kepala biro The Washington Post di Beijing.
• Kembali ke Juventus, Cristiano Ronaldo Harus Jalani Karantina Mandiri 14 Hari Sebelum Ikut Latihan
• Jadwal MotoGP Virtual Seri 3 GP Spanyol dan Susunan Pebalap yang Tampil, Valentino Rossi Absen
Para propagandis juga disebutnya mengklaim Kim adalah penembak jitu, yang bisa tepat menembak bola lampu dari jarak 100 meter.