Selasa, 2 Juni 2026

TRIBUN WIKI

Mengenal Sejarah Batik, Kain Tradisional Warisan Budaya Milik Indonesia

Batik adalah kain tradisional asli Indonesia yang dilukis menggunakan canting dan lilin untuk menghasilkan motif tertentu.

Tayang:
Kompas.com/Kahfi Dirga Cahya
Ilustrasi kain batik 

Beberapa faktor yang mempengaruhi lahirnya motif-motif batik antara lain adalah letak geografis.

Misalnya di daerah pesisir akan menghasilkan batik dengan motif yang berhubungan dengan laut, begitu pula dengan yang tinggal di pegunungan akan terinspirasi oleh alam sekitarnya; sifat dan tata penghidupan daerah; kepercayaan dan adat di suatu daerah; serta keadaan alam sekitar termasuk flora dan fauna.

Motif batik biasanya diciptakan oleh sinuwun, permaisuri atau putri-putri kraton yang semuanya mengandung falsafah hidup tersendiri bagi pemakainya.

Raja Jawa menguasai seni dengan keadaan tempat yang dapat mengilhaminya untuk menciptakan pola batik lereng atau parang, merupakan ciri ageman Mataram yang berbeda dengan pola batik sebelumnya.

Contoh motif lain yakni motif parang rusak diciptakan oleh Panembahan Senopati, pendiri Keraton Mataram.

Setelah memindahkan pusat kerajaan dari Demak ke Mataram, Senopati sering bertapa di sepanjang pesisir selatan Pulau Jawa yang dipenuhi oleh jajaran pegunungan seribu yang tampak seperti pereng (tebing) berbaris.

Akhirnya, beliau menamai tempat bertapanya dengan pereng yang kemudian berubah menjadi parang.

Salah satu tempat tersebut ada bagian yang terdiri dari tebing atau pereng yang rusak karena deburan ombak laut selatan sehingga lahirlah ilham untuk menciptakan motif batik yang kemudian diberi nama Parang Rusak.

Selain motif Parang Rusak ada juga Motif Larangan yang dicanangkan oleh Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1785.

Pola batik yang termasuk larangan antara lain: Parang Rusak Barong, Parang Rusak Gendreh, Parang Klithik, Semen Gedhe Sawat Gurdha, Semen Gedhe Sawat Lar, Udan Liris, Rujak Senthe, serta motif Parang-parangan yang ukurannya sama dengan parang rusak.

Motif batik Semen mengutamakan bentuk tumbuhan dengan akar sulurnya ini bermakna semi atau tumbuh sebagai lambang kesuburan, kemakmuran, dan alam semesta

Sedangkan motif Udan Liris termasuk dalam pola geometris yang tergolong motif lereng disusun secara garis miring diartikan sebagai hujan gerimis yang menyuburkan tumbuhan dan ternak.

*Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan judul 'Batik'.

Sumber: TribunnewsWiki
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved