Breaking News
Senin, 27 April 2026

Sejarah - Lonceng Megah AVORS, Bukti Sejarah Kejayaan Medan dan Jerit Pilu Pekerja Perkebunan

Lonceng AVROS adalah bukti bukti gelimang perkebunan, dan jeritan kuli kontrak di Medan di pantai timur Sumatra.

Editor: Mairi Nandarson
nationalgeographicindonesia
Gedung Algemeene Vereeniging van Rubberplanters ter Oostkust van Sumatera (AVROS) di Kota Medan 

TRIBUNBATAM.id, MEDAN - Medan pernah memiliki era emas perkebunan pada abad ke1-9.

Berkat pembukaan lahan perkebunan baru, wajah kota Medan menjadi bersolek bak seorang gadis.

Lonceng AVROS adalah bukti bukti gelimang perkebunan, dan jeritan kuli kontrak di Medan di pantai timur Sumatra.

Sejarah - Syair Lampung Karam Bukti Kesaksian Warga Atas Kengerian Letusan Gunung Krakatau

Tiru Indonesia, Filipina Bebaskan Hampir 10 Ribu Tahanan Karena Pandemi Covid-19

Tiga Pemain Timnas yang Punya Wajah Tampan di Mata Paulita Milla, Putri Mantan Pelatih Timnas

Para pemilik modal berbagai kebangsaan bertaruh dengan manisnya keuntungan hasil perkebunan.

Berbagai kantor perkebunan, bank, hotel, dan sarana rekreasi pun menjamur di kota itu.

Permintaan tenaga kasar perkebunan pun meningkat yang mengakibatkan mobilisasi besar-besaran penduduk dari Jawa ke Sumatra.

Perusahaan perkebunan merekrut tenaga kerja dari Jawa dan Cina.

Mengapa Jawa dan Cina?

Karena pasokan tenaga kerja setempat sangat terbatas, sementara orang-orang Melayu asli tidak begitu tertarik bekerja di perkebunan.

Saya memandangi sebuah gedung berkubah hijau art-nouveau berangka “1918” dan “1919” di sebuah persimpangan Jalan Kesawan, Medan.

Inilah gedung AVROS (Algemeene Vereeniging van Rubberplanters ter Oostkust van Sumatra atau Asosiasi Pemilik Perkebunan Karet di Pantai Timur Sumatra) yang dibangun pada 1918-1919.

Tangga semimelingkar di gedung AVROS Medan.
Tangga semimelingkar di gedung AVROS Medan. (Mahandis Y. Thamrin/National Geographic Indonesia)

Asosiasi serupa pernah dibentuk pada 1879 yang bernama Deli Planters Vereeniging (DPV).

Arsitek gedung ini adalah G.H. Mulder.

Gaya arsitektur karyanya dipengaruhi oleh rasionalisme yang bangkit pada awal abad ke-20.

Bangunan empat lantai dalam konstruksi beton ini juga memiliki dekorasi sederhana dalam gaya art-nouveau.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved