Breaking News:

TRIBUN WIKI

Perang Badar, Pertempuran Pertama Umat Islam Melawan Musuhnya di Bulan Ramadhan

Perang Badar adalah pertempuran besar pertama antara umat Islam melawan musuh-musuhnya.Perang ini terjadi pada 17 Ramadan 2 H (13 Maret 624).

IST
Ilustrasi Perang Badar 

Pada 2 hijriah (maret 624) caravan dagang besar pimpinan Abu Sufyan hendak kembali dari suriah dan nabi pun memimpin langsung aksi ghazwu dengan melibatkan sekitar 313 orang muslim, diriwayatkan 8 pedang, 6 baju perang, 70 ekor unta dan 2 kuda.

Di dalam pasukan tersebut juga terdapat paman nabi serta tiga calon khalifah, yaitu Abu bakar, Umar bin khotob, dan Ali bin Abu Tholib.

Bertepatan peristiwa tersebut, salah satu sahabat nabi dan juga calon khalifah yaitu Ustman bin Afan tidak ikut dan harus dirumah sebab istrinya sakit.

Orang orang quraisy pun murka karena mendengar rencana penyergapan nabi terhadap Abu Sufyan.

Di bawah komando Abu Jahal, mereka mengerahkan seluruh klan dan menyiapkan pasukan menuju  lembah badar.

Untuk menghadang pasukan nabi yang akan menghadang caravan abu sufyan dan rombongan dagangnya yang akan melintasi di sekitar sumur terdekat di lembah badar.

Dengan jumlah pasukan perang sekitar 1.000, 600 persenjataan lengkap, 700 unta, dan 300 pasukan kuda, mereka siap menghadapi pasukan rasulullah.

Di saat yang sama, Abu Sufyan dengan cerdik merubah rute caravan dagangnya, melalui yanbu’ menyusuri pesisir laut merah.

14 Sahabat Nabi yang Telah Gugur

Sejarah Perang Badar tersebut telah menewaskan 14 sahabat Nabi, seperti Umair bin Abi Waqas, Safwan bin Wahab, Dhu-Shimalayn bin ‘Abdi, Mihja bin Shalih, ‘Aqil bin al-Bukayr, ‘Ubaydah bin Al-Harith, Sa’ad bin Khaythama, Mubashir bin ‘Abd al-Mundhir, ‘Haritsah ibn Suraqah, Rafi’ ‘ibn Muala, ‘Umayr ibn Humam, Yazid bin al-Harits, Mu’awidh ibn al-Harith dan ‘Awf ibn al-Harits. Sementara 70 orag dari pasukan Qurays terbunuh termasuk Abu Jahal. 

Sumber sejarah

Perang Badar adalah salah satu dari sedikit pertempuran yang secara eksplisit dibicarakan dalam al-Qur'an.

Nama pertempuran ini bahkan disebutkan pada Surah Ali 'Imran: 123, sebagai bagian dari perbandingan terhadap Pertempuran Uhud.

Sungguh Allah telah menolong kamu dalam Peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah.

Karena itu bertawakallah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya. (Ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang Mukmin, "Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)?"

Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bertakwa dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda. Ali 'Imran: 123-125.

Menurut Yusuf Ali, istilah "syukur" dapat merujuk kepada disiplin.

Di Badar, barisan-barisan Muslim diperkirakan telah menjaga disiplin secara ketat; sementara di Uhud mereka keluar barisan untuk memburu orang-orang Mekkah, sehingga membuat pasukan berkuda Mekkah dapat menyerang dari samping dan menghancurkan pasukan Muslim.

Gagasan bahwa Badar merupakan "pembeda" (furqan), yaitu menjadi kejadian mukjizat dalam Islam, disebutkan lagi dalam surah yang sama ayat 13.

"Sesungguhnya telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur).

Segolongan berperang di jalan Allah dan (segolongan) yang lain kafir yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang Muslimin dua kali jumlah mereka. Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya.

Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati." Ali 'Imran:13

Badar juga merupakan pokok pembahasan Surah kedelapan Al-Anfal, yang membahas mengenai berbagai tingkah laku dan kegiatan militer.

"Al-Anfal" berarti "rampasan perang" dan merujuk pada pembahasan pasca pertempuran dalam pasukan Muslim mengenai bagaimana membagi barang rampasan dari pasukan Quraisy.

Meskipun surah tersebut tidak menyebut Badar, isinya menggambarkan pertempuran tersebut, serta beberapa ayat yang umumnya dianggap diturunkan pada saat atau segera setelah pertempuran tersebut terjadi. 

Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan judul 'Perang Badar'.

Penulis: Widi Wahyuning Tyas
Editor: Eko Setiawan
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved