VIRUS CORONA DI MALAYSIA
Ekonomi Malaysia Merosot Usai Berlakukan MCO, Catat Angka 0,7 Persen di Kuartal I 2020
Malaysia mencatat penurunan pada jumlah pertumbuhan ekonominya usai berlakukan MCO. Angka pertumbuhan ekonomi sebesar 0,7 persen pada kuartal I 2020.
Berbagai kebijakan dipilih pemerintah Malaysia demi memutuskan rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19.
Yang terbaru, Malaysia telah mengumkan akan memperpanjang penguncian wilayahnya.
Kebijakan ini akan berlaku sampai 9 Juni 2020 mendatang.
Hal ini merupakan perpanjangan keempat sejak kebijakan pembatasan sosial dalam rangka pencegahan penularan Covid-19 diberlakukan pada 18 Maret 2020 lalu.
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengatakan, meskipun pemerintah melihat banyak perkembangan positif dalam perjuangan melawan Covid-19, upaya tersebut belum sepenuhnya berhasil.
"Saya menyadari bahwa orang ingin pemerintah untuk terus mengambil langkah yang diperlukan untuk memerangi epidemi," kata Muhyiddin seperti dilansir dari channelnewsasia, 10 Mei 2020.
Atas saran dari Kementerian Kesehatan dan Keamanan Nasional, lanjut dia, aturan diperpanjang empat minggu lagi atau sampai 9 Juni 2020.
Penguncian sebagian wilayah ini, sebelumnya telah diperpanjang tiga kali, masing-masing selama dua minggu.
Di bawah penguncian sebagian, bisnis dan sekolah ditutup.
Tak hanya itu, perjalanan domestik dan internasional juga telah dilarang.
Terdapat tanda-tanda bahwa pembatasan telah berhasil menurunkan jumlah infeksi baru di Malaysia.
Kasus-kasus baru pun mengalami perlambatan, di mana kenaikan tiga digit menjadi dua digit mulai pertengahan April.
Sejauh ini, Negeri Jiran telah melaporkan 6.656 kasus, dengan hampir 75 persen atau 5.025 pasien dinyatakan sembuh.
Kasus kematian yang terjadi di negara ini sebanyak 108 kasus.
Sementara itu di seluruh negeri, 94,4 persen wilayahnya saat ini dikategorikan sebagai zona hijau atau daerah tanpa infeksi baru selama dua pekan.