Breaking News:

RAMADHAN 2020

Pemprov Kepri Terbitkan Surat, Salat Berjamaah di Daerah Zona Merah dan Kuning Corona di Rumah

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 menetapkan Kota Batam dan Tanjungpinang berstatus sebagai zona merah. Sedangkan Kabupaten Karimun sebagai zona kuning.

tribun timur
ILUSTRASI Salat berjamaah - Pemprov Kepri meminta warga yang tinggal di zona merah untuk melaksanakan salat berjamaah di rumah, termasuk salat Idul Fitri. 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) mengeluarkan surat keputusan untuk membatasi masyarakat melaksanakan salat Jumat dan salat Id, terutama di daerah yang berstatus sebagai zona merah dan zona kuning untuk mencegah penularan Covid-19.

Dalam surat bernomor: 37/SET-GTC19/V/2020 yang diketahui Plt Gubernur Kepri, Isdianto tertulis bahwa pelaksanaan salat Jumat dan salat Id di daerah zona merah dan zona kuning dilaksanakan di rumah. Ini bertujuan untuk memutus rantai penularan virus Corona.

Untuk pelaksanaan salat Id pada kabupaten/kota yang berstatus zona hijau pun dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Di antaranya, pemeriksaan suhu tubuh jamaah, menggunakan masker, menyediakan sabun cuci tangan, membawa sajadah masing-masing, tidak berjabat tangan dan berpelukan.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sebelumnya menetapkan Kota Batam dan Tanjungpinang berstatus sebagai zona merah. Sedangkan Kabupaten Karimun masuk zona kuning Covid-19.

Sementara Kabupaten Bintan, Lingga, Kabupaten Kepulauan Anambas serta Natuna masuk zona hijau.

"Bagi daerah yang masuk zona hijau diimbau untuk tetap menjaga jarak," kata Isdianto yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepri, Sabtu (16/5) kemarin.

Surat yang ditujukan kepada Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten dan kota di Provinsi Kepri itu, ditanda tangani pada 15 Mei 2020 menyusul tausiah Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait panduan penyelenggaraan salat Jumat, Tarawih dan salat Id pada Rabu, (13/5/2020).

MUI menyatakan salat Idul Fitri boleh dilaksanakan dengan cara berjemaah di tanah lapang, masjid, mushala, atau tempat lain bagi umat Islam yang berada di kawasan yang sudah terkendali pada saat 1 Syawal 1441 H.

Dimana salah satunya ditandai dengan angka penularan menunjukkan kecenderungan menurun dan kebijakan pelonggaran aktifitas sosial yang memungkinkan terjadinya kerumunan berdasarkan ahli yang kredibel dan amanah.

Kadinsos Bintan Akui Ada PKH Terkejut di Bintan Timur, Berikut Penjelasannya

Beredar Rumor Bos Microsoft Bill Gates Ditangkap FBI Terkait dengan Virus Corona, Benarkah?

Halaman
1234
Penulis: Endra Kaputra
Editor: Septyan Mulia Rohman
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved