Breaking News:

Nasib Haru Mantan Supir Bus, Terpaksa Mudik Jalan Kaki Selama 4 Hari Pasca di PHK Perusahaan

Hal itu seperti yang dirasakan oleh seorang sopir bus asal Batang, Jawa Tengah, Maulana Arif Budi Satrio (38).

Kolase Kompas.com
Rio (foto kiri) dan ilustrasi bus pariwisata. 

TRIBUNBATAM.id,  SOLO - Nasib sopir bus paska di PHK Perusahaan menjadi miris. 

Ia harus pulan ke Kampung Halaman dengan cara jala kaki.

Pandemi virus corona ( COVID-19) memberi efek luar biasa kepada kehidupan masyarakat, di antaranya banyak yang kena putus hubungan kerja ( PHK).

Hal itu seperti yang dirasakan oleh seorang sopir bus asal Batang, Jawa Tengah, Maulana Arif Budi Satrio (38).

Bajak Laut Beraksi di Perairan Nongsa, SV Winposh Resolve Nyaris Jadi Korban

Empat Kabupaten Bebas Salat Id Berjemaah, Gugus Tugas Ingatkan Protokol Kesehatan

3 Tahun Beraksi Baru Tertangkap Sekarang? Polisi Sebut Pelaku Penggelapan Mobil Manfaatkan Jabatan

Pria yang akrab dipanggil Rio ini menceritakan kisah pilunya di-PHK perusahaan bus pariwisata juragannya di Jakarta Timur.

Setelah PHK itu, ia pun nekat balik ke kampung halamannya di Batang. Awalnya naik kendaraan, tapi dihadang petugas.

Akhirnya nekat jalan kaki Jakarta-Solo selama 5 hari dan sejauh 440 kilometer (Km).

Warga Kelurahan Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Solo nekat pulang kampung dengan berjalan kaki dari Cibubur, Jakarta Timur hingga Gringsing, Kabupaten Batang.

Setiba di Gringsing, Rio ini diantar pulang oleh komunitas pengemudi pariwisata Indonesia (Peparindo) Jawa Tengah sampai ke kampung halaman di Solo.

Singapura Longgarkan Lockdown, Kini Pelabuhan Batam Centre dan Sekupang Mulai Beroperasi

Deretan Buku Tertua di Dunia Termasuk Injil Gutenberg yang Ditemukan Pada Abad ke-15

Rio menceritakan, dirinya bekerja di Cibubur, Jakarta Timur sebagai seorang sopir bus pariwisata sejak 2017.

Halaman
1234
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved